Langsung ke konten
Tafsir As-Saadi - Indonesian · An-Nahl
Surah 16

An-Nahl

Ini adalah terjemahan Tafsir as-Saʿdī sebagaimana diterbitkan IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca dari halaman-halaman situs itu. Situs itu tidak menyebutkan siapa yang menerjemahkannya maupun edisi cetak mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan ketentuan untuk mengambil teksnya, sehingga hak untuk menampilkannya belum diverifikasi. Belum ada yang membandingkannya dengan buku cetak, dan belum ada ulama yang meninjaunya. Setiap bagian berdiri di samping ayat-ayat yang diulasnya, yaitu teks Al-Qur’an dari Tanzil, ditampilkan sebagaimana adanya di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh situs itu berdiri bersama bagian sebelumnya, dan indeks menyebutkan setiap ayat semacam itu. Sabīl tidak menulis atau menerjemahkan satu pun darinya.

Teks darisaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil 2026-10-22

Ayat 65

وَٱللَّهُ أَنزَلَ مِنَ ٱلسَّمَآءِ مَآءً فَأَحْيَا بِهِ ٱلْأَرْضَ بَعْدَ مَوْتِهَآ ۚ إِنَّ فِى ذَٰلِكَ لَـَٔايَةً لِّقَوْمٍ يَسْمَعُونَ 65

(64-65) Mengenai Allah, melalui curahan nasihat-nasihat dan peringatan-peringatanNya, maka orang-orang mengambilnya se-bagai dalil bahwasanya Allah, Dia-lah Dzat Yang disembah, yang peribadahan itu tidak patut dikerjakan kecuali bagiNya semata. Sebab, Dia-lah Dzat yang mencurahkan kenikmatan dengan turun-nya hujan, tumbuhnya seluruh jenis tanaman (dan sebagai dalil) bahwasanya Allah Mahakuasa atas segala sesuatu, dan bahwa Dzat yang menghidupkan bumi setelah kematiannya, sanggup untuk menghidupkan orang-orang yang sudah mati, dan bahwa Dzat yang menebarkan kebaikan ini betul-betul mempunyai rahmat yang luas dan kemurahan yang agung.