Langsung ke konten
Tafsir As-Saadi - Indonesian · An-Nahl
Surah 16

An-Nahl

Ini adalah terjemahan Tafsir as-Saʿdī sebagaimana diterbitkan IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca dari halaman-halaman situs itu. Situs itu tidak menyebutkan siapa yang menerjemahkannya maupun edisi cetak mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan ketentuan untuk mengambil teksnya, sehingga hak untuk menampilkannya belum diverifikasi. Belum ada yang membandingkannya dengan buku cetak, dan belum ada ulama yang meninjaunya. Setiap bagian berdiri di samping ayat-ayat yang diulasnya, yaitu teks Al-Qur’an dari Tanzil, ditampilkan sebagaimana adanya di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh situs itu berdiri bersama bagian sebelumnya, dan indeks menyebutkan setiap ayat semacam itu. Sabīl tidak menulis atau menerjemahkan satu pun darinya.

Teks darisaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil 2026-10-22

Ayat 39–40

لِيُبَيِّنَ لَهُمُ ٱلَّذِى يَخْتَلِفُونَ فِيهِ وَلِيَعْلَمَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓا۟ أَنَّهُمْ كَانُوا۟ كَـٰذِبِينَ 39 إِنَّمَا قَوْلُنَا لِشَىْءٍ إِذَآ أَرَدْنَـٰهُ أَن نَّقُولَ لَهُۥ كُن فَيَكُونُ 40

(39-40) Kemudian Allah menyebutkan hikmah kenapa di-adakan Hari Pembalasan dan Hari Kebangkitan. Allah berfirman, ﴾ لِيُبَيِّنَ لَهُمُ ٱلَّذِي يَخۡتَلِفُونَ فِيهِ ﴿ "Agar Allah menjelaskan kepada mereka apa yang mereka perselisihkan itu," berupa persoalan-persoalan yang besar dan kecil. Allah menjelaskan hakikat (kebenarannya) dan memaparkan-nya, ﴾ وَلِيَعۡلَمَ ٱلَّذِينَ كَفَرُوٓاْ أَنَّهُمۡ كَانُواْ كَٰذِبِينَ ﴿ "dan agar orang-orang kafir itu me-ngetahui bahwasanya mereka adalah orang-orang yang berdusta," sampai akhirnya mereka menyaksikan amalan-amalan mereka sebagai pe-nyesalan bagi diri mereka. Tuhan-tuhan sesembahan mereka yang dahulu mereka seru (diibadahi) bersama dengan Allah tidaklah ber-manfaat sama sekali ketika telah datang keputusan Rabbmu. Dan tatkala mereka menyaksikan sesembahan-sesembahan mereka men-jadi kayu bakar bagi Neraka Jahanam, saat matahari dan bulan di-gulung, dan bintang-bintang berhamburan dan saat sesembahan itu telah jelas bahwa ia adalah hamba yang tunduk lagi membutuh-kan bantuan Allah dalam setiap kondisi –sementara hal itu bukan merupakan perkara yang sulit atau pelik bagi Allah– maka di sisi yang lain, apabila Dia menghendaki sesuatu, niscaya Dia (cukup) berfirman, ﴾ كُن فَيَكُونُ ﴿ 'Jadilah, maka akan terjadi' tanpa ada ada per-lawanan atau pencegahan. Bahkan benar-benar akan terjadi persis seperti yang diinginkan dan dikehendakiNya.