Langsung ke konten
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Ibrahim
Surah 14

Ibrahim

Ini adalah terjemahan Tafsir as-Saʿdī sebagaimana diterbitkan IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca dari halaman-halaman situs itu. Situs itu tidak menyebutkan siapa yang menerjemahkannya maupun edisi cetak mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan ketentuan untuk mengambil teksnya, sehingga hak untuk menampilkannya belum diverifikasi. Belum ada yang membandingkannya dengan buku cetak, dan belum ada ulama yang meninjaunya. Setiap bagian berdiri di samping ayat-ayat yang diulasnya, yaitu teks Al-Qur’an dari Tanzil, ditampilkan sebagaimana adanya di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh situs itu berdiri bersama bagian sebelumnya, dan indeks menyebutkan setiap ayat semacam itu. Sabīl tidak menulis atau menerjemahkan satu pun darinya.

Teks darisaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil 2026-10-22

Ayat 44

وَأَنذِرِ ٱلنَّاسَ يَوْمَ يَأْتِيهِمُ ٱلْعَذَابُ فَيَقُولُ ٱلَّذِينَ ظَلَمُوا۟ رَبَّنَآ أَخِّرْنَآ إِلَىٰٓ أَجَلٍ قَرِيبٍ نُّجِبْ دَعْوَتَكَ وَنَتَّبِعِ ٱلرُّسُلَ ۗ أَوَلَمْ تَكُونُوٓا۟ أَقْسَمْتُم مِّن قَبْلُ مَا لَكُم مِّن زَوَالٍ 44

(44) Allah berfirman kepada NabiNya, M u h a m m a d ﴾ وَأَنذِرِ ٱلنَّاسَ يَوۡمَ يَأۡتِيهِمُ ٱلۡعَذَابُ ﴿ "Dan berikanlah peringatan kepada manusia terhadap hari (yang pada waktu itu) datang azab kepada mereka", maksudnya deskripsikanlah kondisinya dan peringatkanlah mereka dari amalan-amalan yang mendatangkan siksa, yang jika telah tiba membawa kesengsaraan dan malapetaka, maka berkatalah orang-orang yang berbuat kezhaliman dalam bentuk kekufuran dan pendustaan serta macam-macam maksiat dalam perasaan sesal atas tindakan mereka, permohonan untuk kembali (ke dunia) yang sudah bukan waktunya lagi, ﴾ رَبَّنَآ أَخِّرۡنَآ إِلَىٰٓ أَجَلٖ قَرِيبٖ ﴿ "Ya Rabb kami, beri tangguhlah kami (kem-balikan kami ke dunia) walaupun dalam waktu yang sedikit", maksudnya tolong kembalikanlah kami ke alam dunia. Sungguh kami telah menyaksikan (kebenaran yang kami dustakan) ﴾ نُّجِبۡ دَعۡوَتَكَ ﴿ "niscaya kami akan mematuhi seruanMu", dan Allah menyeru ke Darussalam (tempat keselamatan, surga) ﴾ وَنَتَّبِعِ ٱلرُّسُلَۗ ﴿ "dan kami akan mengikuti rasul-rasul", semua omongan ini hanyalah untuk terbebaskan dari siksaan yang pedih. Apabila tidak demikian, maka sebetulnya me-reka itu berbohong saja dalam janji ini. Bila mereka dikembalikan (ke dunia lagi), tentulah mereka kembali menerjang larangan-la-rangan. Oleh sebab itu, cercaan dialamatkan kepada mereka. Dikatakan kepada mereka ﴾ أَوَلَمۡ تَكُونُوٓاْ أَقۡسَمۡتُم مِّن قَبۡلُ مَا لَكُم مِّن زَوَالٖ ﴿ "Bukankah kamu telah bersumpah dahulu (di dunia) bahwa sekali-kali kamu tidak akan binasa", dari dunia dan berpindah ke alam akhirat. Sekarang ini, telah jelas bagi kalian batalnya sumpah kalian dan kedustaan kalian yang kalian klaim.