Hud
Ini adalah terjemahan Tafsir as-Saʿdī sebagaimana diterbitkan IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca dari halaman-halaman situs itu. Situs itu tidak menyebutkan siapa yang menerjemahkannya maupun edisi cetak mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan ketentuan untuk mengambil teksnya, sehingga hak untuk menampilkannya belum diverifikasi. Belum ada yang membandingkannya dengan buku cetak, dan belum ada ulama yang meninjaunya. Setiap bagian berdiri di samping ayat-ayat yang diulasnya, yaitu teks Al-Qur’an dari Tanzil, ditampilkan sebagaimana adanya di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh situs itu berdiri bersama bagian sebelumnya, dan indeks menyebutkan setiap ayat semacam itu. Sabīl tidak menulis atau menerjemahkan satu pun darinya.
Teks darisaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil 2026-10-22
أَفَمَن كَانَ عَلَىٰ بَيِّنَةٍ مِّن رَّبِّهِۦ وَيَتْلُوهُ شَاهِدٌ مِّنْهُ وَمِن قَبْلِهِۦ كِتَـٰبُ مُوسَىٰٓ إِمَامًا وَرَحْمَةً ۚ أُو۟لَـٰٓئِكَ يُؤْمِنُونَ بِهِۦ ۚ وَمَن يَكْفُرْ بِهِۦ مِنَ ٱلْأَحْزَابِ فَٱلنَّارُ مَوْعِدُهُۥ ۚ فَلَا تَكُ فِى مِرْيَةٍ مِّنْهُ ۚ إِنَّهُ ٱلْحَقُّ مِن رَّبِّكَ وَلَـٰكِنَّ أَكْثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يُؤْمِنُونَ 17
(17) Allah menyebutkan keadaan RasulNya, Muhammad dan ahli waris dakwahnya yang meneruskan perjuangannya serta para penegak hujjah yang yakin dengan itu dan (menyebutkan) bahwa selain mereka tidak disandangkan sifat-sifat milik mereka dan tidak ada yang sama dengan mereka. ﴾ أَفَمَن كَانَ عَلَىٰ بَيِّنَةٖ مِّن رَّبِّهِۦ ﴿ "Apa-kah (orang-orang kafir itu sama dengan) orang-orang yang sudah mem-punyai bukti yang nyata (al-Qur`an) dari Rabbnya", dengan wahyu yang Allah turunkan, di dalamnya terdapat masalah-masalah penting dengan dalil-dalilnya yang jelas maka dia yakin dengan keterangan itu. ﴾ وَيَتۡلُوهُ ﴿ "Dan diikuti", yakni keterangan dan bukti ini diikuti oleh bukti yang lain, yaitu ﴾ شَاهِدٞ مِّنۡهُ ﴿ "seorang saksi", yakni saksi (yang memliki) fitrah yang lurus dan akal yang benar (yaitu Muhammad ﷺ) ketika dia bersaksi terhadap apa yang diwahyukan dan disya-riatkan Allah dan dia mengetahui kebaikannya dengan akalnya, maka hal itu menambah keimanannya. (وَ) "Dan" ada saksi ketiga, yaitu ﴾ كِتَٰبُ مُوسَىٰٓ ﴿ "Kitab Musa" Taurat yang Allah jadikan sebagai ﴾ إِمَامٗا ﴿ "pedoman" bagi manusia ﴾ وَرَحۡمَةًۚ ﴿ "dan rahmat" bagi mereka. Ia menjadi saksi kebenaran al-Qur`an dan menyetujuinya dalam kebenaran yang dibawanya. Maksudnya, apakah orang dengan sifat begini, yang telah hadir kepadanya bukti-bukti keimanan dan tegak baginya bukti-bukti keyakinan sama dengan orang yang berada di dalam kebodohan dan kegelapan dalam keadaan tidak keluar darinya? Tentu di sisi Allah dan di mata hamba Allah tidaklah sama. ﴾ أُوْلَٰٓئِكَ ﴿ "Mereka itu" yaitu orang-orang yang diberi taufik untuk mengetahui dalil-dalil, mereka beriman kepada al-Qur`an secara hakiki, maka iman mereka membuahkan seluruh kebaikan di dunia dan akhirat. ﴾ وَمَن يَكۡفُرۡ بِهِۦ ﴿ "Dan barangsiapa yang mengingkarinya," yakni al-Qur`an, ﴾ مِنَ ٱلۡأَحۡزَابِ ﴿ "di antara sekutu-sekutunya" Yakni seluruh golo-ngan penduduk bumi yang bersekutu menolak kebenaran,﴾ فَٱلنَّارُ مَوۡعِدُهُۥۚ ﴿ "maka nerakalah tempat yang diancamkan baginya." Mereka pasti masuk ke dalamnya. ﴾ فَلَا تَكُ فِي مِرۡيَةٖ مِّنۡهُۚ ﴿ "Karena itu janganlah kamu ragu-ragu terhadap al-Qur`an itu", dengan kebimbangan sedikit pun. ﴾ إِنَّهُ ٱلۡحَقُّ مِن رَّبِّكَ وَلَٰكِنَّ أَكۡثَرَ ٱلنَّاسِ لَا يُؤۡمِنُونَ ﴿ "Sesungguhnya (al-Qur`an) itu benar-benar dari Rabbmu, tetapi kebanyakan manusia tidak beriman." Bisa jadi karena ketidaktahuan dan kesesatan, bisa jadi karena kezhaliman, pengingkaran dan kekejian mereka, karena jika tidak maka barang-siapa tujuannya baik dan pemahamannya lurus, niscaya dia pasti beriman kepadanya karena dia melihat ajakan kepada iman dari segala segi.