Hud
Ini adalah terjemahan Tafsir as-Saʿdī sebagaimana diterbitkan IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca dari halaman-halaman situs itu. Situs itu tidak menyebutkan siapa yang menerjemahkannya maupun edisi cetak mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan ketentuan untuk mengambil teksnya, sehingga hak untuk menampilkannya belum diverifikasi. Belum ada yang membandingkannya dengan buku cetak, dan belum ada ulama yang meninjaunya. Setiap bagian berdiri di samping ayat-ayat yang diulasnya, yaitu teks Al-Qur’an dari Tanzil, ditampilkan sebagaimana adanya di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh situs itu berdiri bersama bagian sebelumnya, dan indeks menyebutkan setiap ayat semacam itu. Sabīl tidak menulis atau menerjemahkan satu pun darinya.
Teks darisaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil 2026-10-22
فَلَوْلَا كَانَ مِنَ ٱلْقُرُونِ مِن قَبْلِكُمْ أُو۟لُوا۟ بَقِيَّةٍ يَنْهَوْنَ عَنِ ٱلْفَسَادِ فِى ٱلْأَرْضِ إِلَّا قَلِيلًا مِّمَّنْ أَنجَيْنَا مِنْهُمْ ۗ وَٱتَّبَعَ ٱلَّذِينَ ظَلَمُوا۟ مَآ أُتْرِفُوا۟ فِيهِ وَكَانُوا۟ مُجْرِمِينَ 116
(116) Tatkala Allah تعالى menyebutkan pembinasaan umat-umat yang mendustakan para rasul dan bahwa kebanyakan dari mereka menyimpang dari Ahli Kitab Ilahiyah, dan semua itu me-matikan dan melenyapkan agama-agama, maka Dia menyebutkan bahwa mengapa tidak dijadikan (dari umat-umat yang telah berlalu) sisa-sisa orang yang baik yang menyeru kepada petunjuk, melarang kerusakan dan penyimpangan sehingga terwujudlah manfaat me-reka yang dengannya agama-agama terpelihara? akan tetapi mereka sangat sedikit sekali.[5] Intinya mereka itu selamat karena mengikuti rasul-rasul, dan mereka melaksanakan ajaran agama mereka, dan ia adalah hujjah Allah yang Allah berlakukan melalui tangan mereka agar orang yang binasa menjadi binasa dengan kejelasan, dan orang yang hidup menjadi hidup dengan kejelasan, ﴾ و َ ﴿ "dan" akan tetapi ﴾ ا ت ّ َ ب َ ع َ ٱلَّذِينَ ظَلَمُواْ مَآ أُتۡرِفُواْ فِيهِ ﴿ "orang-orang yang zhalim hanya mementingkan kenikmatan yang mewah yang ada pada mereka", maksudnya mereka mempertu-rutkan kenikmatan dan kemewahan yang mereka rasakan, dan ti-dak menginginkan penggantinya. ﴾ وَكَانُواْ مُجۡرِمِينَ ﴿ "Dan mereka adalah orang-orang yang berdosa", lagi zhalim dengan mengikuti kemewahan. Oleh karena itu, mereka ditimpa dan dibinasakan oleh siksa dan azab. Ini mengandung dorongan bagi umat ini agar tetap ada sisa-sisa orang yang memperbaiki apa yang dirusak oleh manusia, me-reka tegak berpegang teguh dengan agama Allah, menyeru orang yang sesat kepada petunjuk, bersabar atas gangguan dari mereka, mengentaskan mereka dari ketidaktahuan. Ini adalah posisi tertinggi yang diminati oleh orang yang berminat, pemilik kedudukan ini adalah seorang imam dalam agama, apabila perbuatannya diikh-laskan kepada Allah, Rabb semesta alam.