Langsung ke konten
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Al-Maa'un
Surah 107

Al-Maa'un

Ini adalah terjemahan Tafsir as-Saʿdī sebagaimana diterbitkan IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca dari halaman-halaman situs itu. Situs itu tidak menyebutkan siapa yang menerjemahkannya maupun edisi cetak mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan ketentuan untuk mengambil teksnya, sehingga hak untuk menampilkannya belum diverifikasi. Belum ada yang membandingkannya dengan buku cetak, dan belum ada ulama yang meninjaunya. Setiap bagian berdiri di samping ayat-ayat yang diulasnya, yaitu teks Al-Qur’an dari Tanzil, ditampilkan sebagaimana adanya di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh situs itu berdiri bersama bagian sebelumnya, dan indeks menyebutkan setiap ayat semacam itu. Sabīl tidak menulis atau menerjemahkan satu pun darinya.

Teks darisaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil 2026-10-22

Ayat 6–7

ٱلَّذِينَ هُمْ يُرَآءُونَ 6 وَيَمْنَعُونَ ٱلْمَاعُونَ 7

(6-7) Karena itu Allah سبحانه وتعالى menyebutkan sifat mereka sebagai orang yang berbuat riya`, keras hati, dan tidak memiliki belas kasih seraya berfirman, ﴾ ٱلَّذِينَ هُمۡ يُرَآءُونَ ﴿ "Orang-orang yang berbuat riya`," yakni, melakukan pekerjaan untuk dilihat orang,﴾ وَيَمۡنَعُونَ ٱلۡمَاعُونَ ﴿ "dan enggan (menolong dengan) barang berguna," yaitu enggan memberikan sesuatu yang tidak memudaratkan untuk diberikan dengan cara dipinjamkan atau dihibahkan seperti bejana, gayung, kapak, dan lainnya yang biasanya diberikan atau direlakan. Mere-ka itu, karena amat kikir, enggan memberikan barang-barang yang berguna, lantas bagaimana halnya dengan benda yang lebih besar nilainya? Dalam surat ini terdapat anjuran serta dorongan untuk mem-beri makan anak yatim dan orang miskin, menjaga dan memelihara shalat, menunaikannya dengan ikhlas dan juga dengan amal-amal lainnya, dorongan untuk mengerjakan kebajikan, memberikan benda-benda misalnya meminjamkan bejana, gayung, kitab, dan lainnya, karena Allah سبحانه وتعالى mencela orang yang tidak melakukan hal itu. Wallahu a'lam.