Tsallaka zuwa abin da ke ciki
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Nooh
Sura ta 71

Nooh

Wannan fassarar tafsirin as-Saʿdī ce, kamar yadda IslamHouse.com ke wallafa ta a saadi.islamenc.com, an karanta ta daga shafukan wannan shafin yanar gizo. Shafin bai faɗi wanda ya fassara ta ba, ko wane bugu da aka buga take bi, kuma bai bayyana sharuɗɗa na ɗaukar rubutunta ba, saboda haka ba a tabbatar da haƙƙin nuna ta ba. Babu wanda ya kwatanta ta da littafin da aka buga, kuma babu malami da ya duba ta. Kowane sashe yana kusa da ayoyin da yake bayani a kansu, waɗanda rubutun Alƙur’ani ne na Tanzil, kamar yadda yake a can; aya da shafin bai ba ta bayani na kanta ba tana tare da sashen da ya gabace ta, kuma jerin yana ambaton kowace irin wannan aya. Sabīl bai rubuta wani abu daga cikinta ba, kuma bai fassara ta ba.

Rubutu dagasaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)an ɗauka 2026-10-22

Ayoyi 5–7

قَالَ رَبِّ إِنِّى دَعَوْتُ قَوْمِى لَيْلًا وَنَهَارًا 5 فَلَمْ يَزِدْهُمْ دُعَآءِىٓ إِلَّا فِرَارًا 6 وَإِنِّى كُلَّمَا دَعَوْتُهُمْ لِتَغْفِرَ لَهُمْ جَعَلُوٓا۟ أَصَـٰبِعَهُمْ فِىٓ ءَاذَانِهِمْ وَٱسْتَغْشَوْا۟ ثِيَابَهُمْ وَأَصَرُّوا۟ وَٱسْتَكْبَرُوا۟ ٱسْتِكْبَارًا 7

(5-7) Mereka tidak memenuhi seruan Nabi Nuh عليه السلام dan tidak mau patuh terhadap perintah beliau. Maka Nabi Nuh عليه السلام mengadu pada Rabbnya, ﴾ رَبِّ إِنِّي دَعَوۡتُ قَوۡمِي لَيۡلٗا وَنَهَارٗا 5 فَلَمۡ يَزِدۡهُمۡ دُعَآءِيٓ إِلَّا فِرَارٗا 6 ﴿ "Ya Rabbku, sesungguhnya aku telah menyeru kaumku malam dan siang, maka seruanku itu hanyalah menambah mereka lari (dari kebenaran)," yakni lari dan berpaling dari kebenaran, sehingga tidak ada guna-nya menyeru mereka, karena guna dari seruan adalah agar seluruh atau sebagian maksudnya tercapai. ﴾ وَإِنِّي كُلَّمَا دَعَوۡتُهُمۡ لِتَغۡفِرَ لَهُمۡ ﴿ "Dan se-sungguhnya setiap kali aku menyeru mereka (kepada iman) agar Engkau mangampuni mereka," yakni, agar mereka mau merespon, di mana bila mereka menerima, Engkau ampuni mereka, dan seruan ini adalah murni demi kebaikan mereka, tapi mereka tetap saja berada dalam kebatilan dan lari dari kebenaran. ﴾ جَعَلُوٓاْ أَصَٰبِعَهُمۡ فِيٓ ءَاذَانِهِمۡ ﴿ "Mereka memasukkan jari-jari mereka ke dalam telinganya," karena khawatir mendengarkan kata-kata yang diucapkan nabi mereka, Nabi Nuh عليه السلام. ﴾ وَٱسۡتَغۡشَوۡاْ ثِيَابَهُمۡ ﴿ "Dan menutupkan bajunya (ke mukanya)," yaitu mereka menjadikannya sebagai penutup mereka demi menjauhi dan membenci kebenaran. ﴾ وَأَصَرُّواْ ﴿ "Dan mereka tetap (mengingkari)" dalam kekufuran dan keburukan mereka, ﴾ وَٱسۡتَكۡبَرُواْ ﴿ "dan menyom-bongkan diri" di atas kebenaran ﴾ ٱسۡتِكۡبَارٗا ﴿ "dengan sangat," yakni keburukan mereka semakin bertambah sedangkan kebaikan mereka semakin jauh.