Tsallaka zuwa abin da ke ciki
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Al-A'raaf
Sura ta 7

Al-A'raaf

Wannan fassarar tafsirin as-Saʿdī ce, kamar yadda IslamHouse.com ke wallafa ta a saadi.islamenc.com, an karanta ta daga shafukan wannan shafin yanar gizo. Shafin bai faɗi wanda ya fassara ta ba, ko wane bugu da aka buga take bi, kuma bai bayyana sharuɗɗa na ɗaukar rubutunta ba, saboda haka ba a tabbatar da haƙƙin nuna ta ba. Babu wanda ya kwatanta ta da littafin da aka buga, kuma babu malami da ya duba ta. Kowane sashe yana kusa da ayoyin da yake bayani a kansu, waɗanda rubutun Alƙur’ani ne na Tanzil, kamar yadda yake a can; aya da shafin bai ba ta bayani na kanta ba tana tare da sashen da ya gabace ta, kuma jerin yana ambaton kowace irin wannan aya. Sabīl bai rubuta wani abu daga cikinta ba, kuma bai fassara ta ba.

Rubutu dagasaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)an ɗauka 2026-10-22

Aya ta 146

سَأَصْرِفُ عَنْ ءَايَـٰتِىَ ٱلَّذِينَ يَتَكَبَّرُونَ فِى ٱلْأَرْضِ بِغَيْرِ ٱلْحَقِّ وَإِن يَرَوْا۟ كُلَّ ءَايَةٍ لَّا يُؤْمِنُوا۟ بِهَا وَإِن يَرَوْا۟ سَبِيلَ ٱلرُّشْدِ لَا يَتَّخِذُوهُ سَبِيلًا وَإِن يَرَوْا۟ سَبِيلَ ٱلْغَىِّ يَتَّخِذُوهُ سَبِيلًا ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ كَذَّبُوا۟ بِـَٔايَـٰتِنَا وَكَانُوا۟ عَنْهَا غَـٰفِلِينَ 146

(146) Adapun selain mereka, maka Allah berfirman tentang mereka, ﴾ سَأَصۡرِفُ عَنۡ ءَايَٰتِيَ ﴿ "Aku akan memalingkan dari tanda-tanda kekua-saanKu." Yakni dari mengambil pelajaran dari ayat-ayat yang ada di langit dan yang ada pada diri manusia dan pemahaman terhadap ayat-ayat kitab ﴾ ٱلَّذِينَ يَتَكَبَّرُونَ فِي ٱلۡأَرۡضِ بِغَيۡرِ ٱلۡحَقِّ ﴿ "orang-orang yang menyom-bongkan dirinya di muka bumi tanpa alasan yang benar." Yakni mereka menyombongkan diri kepada hamba-hamba Allah dan kepada kebe-naran serta kepada pembawanya. Siapa saja yang memiliki kriteria ini, maka Allah tidak akan memberikan kebaikan kepadanya, Allah akan menelantarkannya dan dia tidak dapat memahami ayat-ayat Allah yang bermanfaat bagi diri bahkan bisa jadi hakikat-hakikat perkara menjadi jungkir balik baginya yang selanjutnya dia meng-anggap yang buruk sebagai sesuatu yang baik. ﴾ وَإِن يَرَوۡاْ كُلَّ ءَايَةٖ لَّا يُؤۡمِنُواْ بِهَا ﴿ " Jika mereka melihat tiap-tiap ayat(Ku), mereka tidak beriman kepadanya." Karena mereka berpaling, menyangkal dan menentang Allah dan RasulNya. ﴾ وَإِن يَرَوۡاْ سَبِيلَ ٱلرُّشۡدِ ﴿ "Dan jika mereka melihat jalan yang membawa kepada petunjuk", yang lurus dan benar, yaitu jalan yang mengantarkan kepada Allah dan kepada rumah kemuliaan-Nya (surga), ﴾ لَا يَتَّخِذُوهُ سَبِيلٗا ﴿ "mereka tidak mau menempuhnya." Yakni mereka tidak mau menitinya dan tidak menyukainya. ﴾ وَإِن يَرَوۡاْ سَبِيلَ ٱلۡغَيِّ ﴿ "Tetapi jika mereka melihat jalan kesesatan", yakni kesesatan yang mengantarkan pelakunya kepada rumah kesengsaraan (mereka), ﴾ يَتَّخِذُوهُ سَبِيلٗاۚ ﴿ "mereka terus menempuhnya." Penyebab penyimpangan mereka seperti itu karena ﴾ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمۡ كَذَّبُواْ بِـَٔايَٰتِنَا وَكَانُواْ عَنۡهَا غَٰفِلِينَ ﴿ "yang de-mikian itu adalah karena mereka mendustakan ayat-ayat Kami dan mereka selalu lalai dari padanya." Penolakan mereka terhadap ayat-ayat Allah, kelalaiannya terhadap maksudnya dan pelecehannya terhadapnya adalah penyebab mereka menempuh jalan kesesatan dan mening-galkan jalan lurus.