Al-Hujuraat
Wannan fassarar tafsirin as-Saʿdī ce, kamar yadda IslamHouse.com ke wallafa ta a saadi.islamenc.com, an karanta ta daga shafukan wannan shafin yanar gizo. Shafin bai faɗi wanda ya fassara ta ba, ko wane bugu da aka buga take bi, kuma bai bayyana sharuɗɗa na ɗaukar rubutunta ba, saboda haka ba a tabbatar da haƙƙin nuna ta ba. Babu wanda ya kwatanta ta da littafin da aka buga, kuma babu malami da ya duba ta. Kowane sashe yana kusa da ayoyin da yake bayani a kansu, waɗanda rubutun Alƙur’ani ne na Tanzil, kamar yadda yake a can; aya da shafin bai ba ta bayani na kanta ba tana tare da sashen da ya gabace ta, kuma jerin yana ambaton kowace irin wannan aya. Sabīl bai rubuta wani abu daga cikinta ba, kuma bai fassara ta ba.
Rubutu dagasaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)an ɗauka 2026-10-22
إِنَّمَا ٱلْمُؤْمِنُونَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ بِٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ ثُمَّ لَمْ يَرْتَابُوا۟ وَجَـٰهَدُوا۟ بِأَمْوَٰلِهِمْ وَأَنفُسِهِمْ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ ۚ أُو۟لَـٰٓئِكَ هُمُ ٱلصَّـٰدِقُونَ 15
(15) ﴾ إِنَّمَا ٱلۡمُؤۡمِنُونَ ﴿ "Sesungguhnya orang-orang yang beriman," yakni secara hakiki, i a l a h ﴾ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ بِٱللَّهِ وَرَسُولِهِۦ ثُمَّ لَمۡ يَرۡتَابُواْ وَجَٰهَدُواْ بِأَمۡوَٰلِهِمۡ وَأَنفُسِهِمۡ فِي سَبِيلِ ٱللَّهِۚ ﴿ "orang-orang yang beriman kepada Allah dan RasulNya kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah." Yakni, orang yang menyatukan antara keimanan terhadap Allah سبحانه وتعالى dan RasulNya dengan jihad di jalan-Nya; sebab orang yang menegakkan jihad terhadap kaum kafir itu menunjukkan kesempurnaan imannya di dalam hati. Sebab orang yang memerangi kaum kafir atas nama Islam dan iman serta me-nunaikan syariat-syariat Allah سبحانه وتعالى itu, tentu sudah pasti telah ber-jihad terhadap dirinya sendiri. Orang yang tidak mampu berjihad menunjukkan kelemahan imannya. Dalam beriman, Allah سبحانه وتعالى men-syaratkan tidak adanya keraguan, karena iman yang bermanfaat itu adalah tekad bulat dan keyakinan terhadap perintah Allah سبحانه وتعالى untuk beriman padaNya yang tidak disertai dengan keraguan sedikit pun. Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ أُوْلَٰٓئِكَ هُمُ ٱلصَّٰدِقُونَ ﴿ "Mereka itulah orang-orang yang benar," yakni, orang-orang yang membuktikan keimanan mereka dengan perbuatan-perbuatan baik. Kejujuran adalah pe-ngakuan besar terhadap segala hal yang diakui, dan orang yang jujur memerlukan hujjah dan bukti, dan bukti terbesar adalah klaim keimanan yang merupakan pusat kebahagiaan dan kemenangan abadi, maka siapa pun yang mengaku beriman dan mengerjakan kewajiban serta keharusan iman, maka ia adalah orang jujur dan Mukmin sejati. Sebaliknya orang yang tidak demikian halnya dapat diketahui bahwa pengakuannya tidak benar, sehingga pengakuan-nya tidak berguna sama sekali, sebab keimanan dalam hati itu hanya diketahui oleh Allah سبحانه وتعالى semata. Maka penegasan atau pena-fian keimanan (di sini) adalah tindakan yang mengajari Allah سبحانه وتعالى terhadap sesuatu yang ada di dalam hati dan ini merupakan etika dan dugaan yang tidak baik terhadap Allah سبحانه وتعالى.