An-Nisaa
Wannan fassarar tafsirin as-Saʿdī ce, kamar yadda IslamHouse.com ke wallafa ta a saadi.islamenc.com, an karanta ta daga shafukan wannan shafin yanar gizo. Shafin bai faɗi wanda ya fassara ta ba, ko wane bugu da aka buga take bi, kuma bai bayyana sharuɗɗa na ɗaukar rubutunta ba, saboda haka ba a tabbatar da haƙƙin nuna ta ba. Babu wanda ya kwatanta ta da littafin da aka buga, kuma babu malami da ya duba ta. Kowane sashe yana kusa da ayoyin da yake bayani a kansu, waɗanda rubutun Alƙur’ani ne na Tanzil, kamar yadda yake a can; aya da shafin bai ba ta bayani na kanta ba tana tare da sashen da ya gabace ta, kuma jerin yana ambaton kowace irin wannan aya. Sabīl bai rubuta wani abu daga cikinta ba, kuma bai fassara ta ba.
Rubutu dagasaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)an ɗauka 2026-10-22
أُو۟لَـٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ يَعْلَمُ ٱللَّهُ مَا فِى قُلُوبِهِمْ فَأَعْرِضْ عَنْهُمْ وَعِظْهُمْ وَقُل لَّهُمْ فِىٓ أَنفُسِهِمْ قَوْلًۢا بَلِيغًا 63
(63) Oleh karena itulah Allah berfirman, ﴾ أُوْلَٰٓئِكَ ٱلَّذِينَ يَعۡلَمُ ٱللَّهُ مَا فِي قُلُوبِهِمۡ ﴿ "Mereka itu adalah orang-orang yang Allah mengetahui apa yang ada di dalam hati mereka" yaitu berupa kemunafikan dan tujuan yang jelek, ﴾ فَأَعۡرِضۡ عَنۡهُمۡ ﴿ "karena itu berpalinglah kamu dari mereka," maksudnya, janganlah kalian memperhatikan mereka dan jangan-lah kalian menghadapi apa yang mereka lakukan dan apa yang mereka ada-adakan, ﴾ وَعِظۡهُمۡ ﴿ "dan berilah mereka pelajaran," yaitu jelaskanlah kepada mereka tentang hukum Allah سبحانه وتعالى dengan meng-ajak mereka untuk tunduk kepada Allah dan mengancam mereka dari meninggalkannya, ﴾ وَقُل لَّهُمۡ فِيٓ أَنفُسِهِمۡ قَوۡلَۢا بَلِيغٗا ﴿ "dan katakanlah kepada mereka perkataan yang berbekas pada jiwa mereka," yaitu nasi-hatilah mereka dengan sembunyi-sembunyi antara kalian dengan mereka, karena sesungguhnya yang demikian itu lebih berhasil untuk memperoleh tujuan, dan bersikaplah tegas terhadap mereka dalam memperingati dan mengekang mereka dari apa yang mereka lakukan. Ayat ini adalah dalil bahwa seorang pelaku kemaksiatan walaupun dihindari namun tetap harus diberikan nasihat secara sembunyi-sembunyi dan tegas dalam memberikan nasihat tersebut dengan perkara yang dapat menghantarkan kepada apa yang di-harapkan.