Tsallaka zuwa abin da ke ciki
Tafsir As-Saadi - Indonesian · An-Nisaa
Sura ta 4

An-Nisaa

Wannan fassarar tafsirin as-Saʿdī ce, kamar yadda IslamHouse.com ke wallafa ta a saadi.islamenc.com, an karanta ta daga shafukan wannan shafin yanar gizo. Shafin bai faɗi wanda ya fassara ta ba, ko wane bugu da aka buga take bi, kuma bai bayyana sharuɗɗa na ɗaukar rubutunta ba, saboda haka ba a tabbatar da haƙƙin nuna ta ba. Babu wanda ya kwatanta ta da littafin da aka buga, kuma babu malami da ya duba ta. Kowane sashe yana kusa da ayoyin da yake bayani a kansu, waɗanda rubutun Alƙur’ani ne na Tanzil, kamar yadda yake a can; aya da shafin bai ba ta bayani na kanta ba tana tare da sashen da ya gabace ta, kuma jerin yana ambaton kowace irin wannan aya. Sabīl bai rubuta wani abu daga cikinta ba, kuma bai fassara ta ba.

Rubutu dagasaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)an ɗauka 2026-10-22

Aya ta 165

رُّسُلًا مُّبَشِّرِينَ وَمُنذِرِينَ لِئَلَّا يَكُونَ لِلنَّاسِ عَلَى ٱللَّهِ حُجَّةٌۢ بَعْدَ ٱلرُّسُلِ ۚ وَكَانَ ٱللَّهُ عَزِيزًا حَكِيمًا 165

(165) Dan bahwa Allah mengutus mereka sebagai pemberi kabar gembira kepada orang yang taat kepada Allah dan mengikuti mereka, dengan kebahagiaan dunia dan akhirat, dan sebagai pem-beri peringatan kepada orang yang bermaksiat kepada Allah dan menyalahi mereka, dengan kesengsaraan dunia dan akhirat. ﴾ لِئَلَّا يَكُونَ لِلنَّاسِ عَلَى ٱللَّهِ حُجَّةُۢ بَعۡدَ ٱلرُّسُلِۚ ﴿ "Agar supaya tidak ada alasan bagi manusia membantah Allah sesudah diutusnya rasul-rasul itu," hingga mereka berkata, tidak ada seorang pemberi berita gembira dan pemberi peringatan yang datang kepada kami. Katakanlah: Sesungguhnya telah datang kepada kalian se-orang pemberi kabar gembira dan pemberi peringatan, hingga tidak ada lagi hujjah (alasan) bagi makhluk atas Allah, karena Allah telah mengutus sekalian rasul-rasul, yang menjelaskan kepada mereka perkara agama mereka, perkara-perkara yang diridhai Tuhan mereka dan hal-hal yang dimurkai olehNya, jalan ke surga dan jalan ke neraka, barangsiapa yang kafir di antara mereka setelah itu, maka janganlah ia mencela kecuali dirinya sendiri. Ini merupakan kesempurnaan keagungan Allah سبحانه وتعالى dan hikmahNya, yaitu Dia mengutus rasul-rasul kepada mereka dan menurunkan kitab-kitab kepada mereka, dan hal itu juga di antara karunia dan kebaikanNya. Di mana manusia sangat butuh kepada para nabi dengan kebutuhan yang besar sekali yang tidak dapat dibayang-kan. Allah memenuhi kebutuhan itu, maka bagiNya segala puji dan syukur, dan kita memohon kepadaNya sebagaimana Allah telah memberikan karuniaNya dengan mengutus para nabi kepada kita agar Dia menyempurnakannya dengan taufik dalam menem-puh jalan mereka. Sesungguhnya Allah Maha Memberi lagi Maha-mulia.