Tsallaka zuwa abin da ke ciki
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Al-Qasas
Sura ta 28

Al-Qasas

Wannan fassarar tafsirin as-Saʿdī ce, kamar yadda IslamHouse.com ke wallafa ta a saadi.islamenc.com, an karanta ta daga shafukan wannan shafin yanar gizo. Shafin bai faɗi wanda ya fassara ta ba, ko wane bugu da aka buga take bi, kuma bai bayyana sharuɗɗa na ɗaukar rubutunta ba, saboda haka ba a tabbatar da haƙƙin nuna ta ba. Babu wanda ya kwatanta ta da littafin da aka buga, kuma babu malami da ya duba ta. Kowane sashe yana kusa da ayoyin da yake bayani a kansu, waɗanda rubutun Alƙur’ani ne na Tanzil, kamar yadda yake a can; aya da shafin bai ba ta bayani na kanta ba tana tare da sashen da ya gabace ta, kuma jerin yana ambaton kowace irin wannan aya. Sabīl bai rubuta wani abu daga cikinta ba, kuma bai fassara ta ba.

Rubutu dagasaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)an ɗauka 2026-10-22

Ayoyi 15–17

وَدَخَلَ ٱلْمَدِينَةَ عَلَىٰ حِينِ غَفْلَةٍ مِّنْ أَهْلِهَا فَوَجَدَ فِيهَا رَجُلَيْنِ يَقْتَتِلَانِ هَـٰذَا مِن شِيعَتِهِۦ وَهَـٰذَا مِنْ عَدُوِّهِۦ ۖ فَٱسْتَغَـٰثَهُ ٱلَّذِى مِن شِيعَتِهِۦ عَلَى ٱلَّذِى مِنْ عَدُوِّهِۦ فَوَكَزَهُۥ مُوسَىٰ فَقَضَىٰ عَلَيْهِ ۖ قَالَ هَـٰذَا مِنْ عَمَلِ ٱلشَّيْطَـٰنِ ۖ إِنَّهُۥ عَدُوٌّ مُّضِلٌّ مُّبِينٌ 15 قَالَ رَبِّ إِنِّى ظَلَمْتُ نَفْسِى فَٱغْفِرْ لِى فَغَفَرَ لَهُۥٓ ۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلْغَفُورُ ٱلرَّحِيمُ 16 قَالَ رَبِّ بِمَآ أَنْعَمْتَ عَلَىَّ فَلَنْ أَكُونَ ظَهِيرًا لِّلْمُجْرِمِينَ 17

(15-17) ﴾ وَدَخَلَ ٱلۡمَدِينَةَ عَلَىٰ حِينِ غَفۡلَةٖ مِّنۡ أَهۡلِهَا ﴿ "Dan Musa masuk ke kota (Memphis) ketika penduduknya sedang lengah," bisa jadi pada saat tidur siang atau waktu-waktu lainnya yang saat itu mereka beristi-rahat tidak berkeliaran, ﴾ فَوَجَدَ فِيهَا رَجُلَيۡنِ يَقۡتَتِلَانِ ﴿ "maka dia mendapati di dalam kota itu dua orang laki-laki yang berkelahi." Maksudnya, berteng-kar dan saling memukul. ﴾ هَٰذَا مِن شِيعَتِهِۦ ﴿ "Yang seorang dari golongan-nya," maksudnya berasal dari Bani Israil, ﴾ وَهَٰذَا مِنۡ عَدُوِّهِۦۖ ﴿ "dan seorang (lagi) dari musuhnya," bangsa Qibthi. ﴾ فَٱسۡتَغَٰثَهُ ٱلَّذِي مِن شِيعَتِهِۦ عَلَى ٱلَّذِي مِنۡ عَدُوِّهِۦ ﴿ "Maka orang yang dari golongannya meminta pertolongan kepadanya, untuk mengalahkan orang yang dari musuhnya," sebab dia telah ter-kenal dan diketahui oleh banyak orang bahwa dia (Musa) berasal dari Bani Israil. Dan permintaan pertolongannya kepada Musa adalah suatu bukti yang menunjukkan bahwa Musa عليه السلام sudah mencapai usia yang cukup ditakuti dan dijadikan andalan dari istana kerajaan dan kesultanan. ﴾ فَوَكَزَهُۥ مُوسَىٰ ﴿ "Lalu Musa meninjunya." Maksudnya, dia meninju orang yang berasal dari musuhnya untuk memenuhi permintaan tolong orang yang berdarah Bani Israil itu, ﴾ فَقَضَىٰ عَلَيۡهِۖ ﴿ "dan matilah musuhnya itu." Musa telah menewaskannya dengan tinjuan itu karena kerasnya dan kekuatan Musa. Lalu Musa عليه السلام menyesali perbuatannya itu, dan ﴾ قَالَ هَٰذَا مِنۡ عَمَلِ ٱلشَّيۡطَٰنِۖ ﴿ "berkata, 'Ini adalah per-buatan setan'," yakni: Rayuan dan bisikannya. ﴾ إِنَّهُۥ عَدُوّٞ مُّضِلّٞ مُّبِينٞ ﴿ "Se-sungguhnya setan itu musuh yang menyesatkan lagi nyata," maka dari itu aku melakukan apa yang telah terlanjur aku lakukan disebab-kan permusuhannya yang sangat nyata dan upaya kerasnya untuk menyesatkan. Lalu dia meminta ampun seraya ﴾ قَالَ رَبِّ إِنِّي ظَلَمۡتُ نَفۡسِي فَٱغۡفِرۡ لِي فَغَفَرَ لَهُۥٓۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلۡغَفُورُ ٱلرَّحِيمُ ﴿ "berkata, 'Ya Rabbku, sesungguhnya aku telah menganiaya diriku sendiri, karena itu ampunilah aku.' Maka Allah mengampuninya. Sesungguhnya Allah, Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang," terutama kepada orang-orang yang tunduk kembali kepadaNya, yaitu orang-orang yang segera kembali dan bertaubat, seperti yang telah dilakukan oleh Musa عليه السلام. Maka Musa ﴾ قَالَ رَبِّ بِمَآ أَنۡعَمۡتَ عَلَيَّ ﴿ "berkata, 'Ya Rabbku, demi nikmat yang telah Engkau anugerahkan kepadaku'," yaitu berupa taubat, am-punan dan berbagai nikmat yang sangat banyak, ﴾ فَلَنۡ أَكُونَ ظَهِيرٗا ﴿ "aku sekali-kali tiada akan menjadi penolong," maksudnya, pembela dan pembantu ﴾ لِّلۡمُجۡرِمِينَ ﴿ "bagi orang-orang yang berdosa." Maksudnya, aku tidak akan menolong seorang pun untuk kemaksiatan. Ini adalah janji dari Musa عليه السلام, disebabkan karena karunia Allah atas dirinya, yaitu tidak akan menolong seorang yang berbuat dosa sebagaimana telah dia lakukan dalam pembunuhan terhadap orang yang berda-rah Qibthi tersebut. Ini mengartikan bahwa berbagai kenikmatan itu menuntut dari seorang hamba untuk melakukan kebaikan dan meninggalkan keburukan.