Al-Baqara
Wannan fassarar tafsirin as-Saʿdī ce, kamar yadda IslamHouse.com ke wallafa ta a saadi.islamenc.com, an karanta ta daga shafukan wannan shafin yanar gizo. Shafin bai faɗi wanda ya fassara ta ba, ko wane bugu da aka buga take bi, kuma bai bayyana sharuɗɗa na ɗaukar rubutunta ba, saboda haka ba a tabbatar da haƙƙin nuna ta ba. Babu wanda ya kwatanta ta da littafin da aka buga, kuma babu malami da ya duba ta. Kowane sashe yana kusa da ayoyin da yake bayani a kansu, waɗanda rubutun Alƙur’ani ne na Tanzil, kamar yadda yake a can; aya da shafin bai ba ta bayani na kanta ba tana tare da sashen da ya gabace ta, kuma jerin yana ambaton kowace irin wannan aya. Sabīl bai rubuta wani abu daga cikinta ba, kuma bai fassara ta ba.
Rubutu dagasaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)an ɗauka 2026-10-22
قَالُوا۟ سُبْحَـٰنَكَ لَا عِلْمَ لَنَآ إِلَّا مَا عَلَّمْتَنَآ ۖ إِنَّكَ أَنتَ ٱلْعَلِيمُ ٱلْحَكِيمُ 32
(32) ﴾ قَالُواْ سُبۡحَٰنَكَ ﴿ "Mereka menjawab, 'Mahasuci Engkau'." Maksudnya, kami menyucikanMu dari sanggahan kami terhadap-Mu dan penentangan kami atas perintahMu, ﴾ لَا عِلۡمَ لَنَآ ﴿ "tidak ada yang kami ketahui" dengan segala bentuknya, ﴾ إِلَّا مَا عَلَّمۡتَنَآۖ ﴿ "selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami" tentangnya sebagai suatu anugerah dariMu dan kemuliaan, ﴾ إِنَّكَ أَنتَ ٱلۡعَلِيمُ ٱلۡحَكِيمُ ﴿ "sesungguhnya Engkau-lah Yang Maha Mengetahui lagi Mahabijaksana," Yang Maha Mengetahui adalah yang mengetahui sesuatu dalam segala aspek-nya, tidak ada yang tertutup olehnya dan tidak terlupakan seberat biji dzarrah pun di langit maupun di bumi dan tidak yang kecil maupun yang besar, dan yang Mahabijaksana adalah Dzat yang memiliki kebijaksanaan yang sempurna, yang tidak ada seorang makhluk pun yang keluar darinya dan tidak seorang pun yang diperintahkan menyimpang darinya, karena Dia tidaklah mencipta-kan sesuatu kecuali ada hikmah di baliknya, dan tidak pula Dia memerintahkan kepada sesuatu kecuali menyimpan hikmah padanya, dan hikmah itu sendiri adalah meletakkan sesuatu pada tempatnya yang sesuai. Lalu mereka sadar dan mengakui ilmu Allah dan hikmahNya, dan ketidakmampuan mereka dalam mengetahui sekecil apa pun, serta pengakuan mereka terhadap keutamaan Allah atas mereka dan pengajaranNya kepada mereka apa-apa yang tidak mereka ketahui.