Tsallaka zuwa abin da ke ciki
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Al-Baqara
Sura ta 2

Al-Baqara

Wannan fassarar tafsirin as-Saʿdī ce, kamar yadda IslamHouse.com ke wallafa ta a saadi.islamenc.com, an karanta ta daga shafukan wannan shafin yanar gizo. Shafin bai faɗi wanda ya fassara ta ba, ko wane bugu da aka buga take bi, kuma bai bayyana sharuɗɗa na ɗaukar rubutunta ba, saboda haka ba a tabbatar da haƙƙin nuna ta ba. Babu wanda ya kwatanta ta da littafin da aka buga, kuma babu malami da ya duba ta. Kowane sashe yana kusa da ayoyin da yake bayani a kansu, waɗanda rubutun Alƙur’ani ne na Tanzil, kamar yadda yake a can; aya da shafin bai ba ta bayani na kanta ba tana tare da sashen da ya gabace ta, kuma jerin yana ambaton kowace irin wannan aya. Sabīl bai rubuta wani abu daga cikinta ba, kuma bai fassara ta ba.

Rubutu dagasaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)an ɗauka 2026-10-22

Aya ta 262

ٱلَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمْوَٰلَهُمْ فِى سَبِيلِ ٱللَّهِ ثُمَّ لَا يُتْبِعُونَ مَآ أَنفَقُوا۟ مَنًّا وَلَآ أَذًى ۙ لَّهُمْ أَجْرُهُمْ عِندَ رَبِّهِمْ وَلَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ 262

(262) Kemudian Allah juga menyebutkan ada pahala lain bagi orang-orang yang menafkahkan harta mereka di jalanNya dengan infak yang yang dikeluarkan dengan syarat-syarat yang cukup dan terbebas dari segala penghalang-penghalangnya. Maka orang yang berinfak itu tidak boleh mengiringi infaknya itu dengan menyebut-nyebutnya dan menghitung-hitung kebaikannya, serta tidak menyakiti perasaan si penerima dengan perkataan maupun perbuatan. Maka mereka itu ﴾ لَّهُمۡ أَجۡرُهُمۡ عِندَ رَبِّهِمۡ ﴿ "memperoleh pahala di sisi Rabb mereka" sesuai dengan apa yang Dia ketahui dari mereka dan sesuai dengan kadar infak-infak mereka dan manfaatnya dan tentu saja karuniaNya yang tidak akan diperoleh dan tidak akan digapai oleh nafkah-nafkah mereka. ﴾ وَلَا خَوۡفٌ عَلَيۡهِمۡ وَلَا هُمۡ يَحۡزَنُونَ ﴿ "Tidak ada ke-khawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati." Allah menjauhkan dari mereka perkara yang dibenci yang telah berlalu dengan menghilangkan dari mereka kesedihan, dan yang akan datang dengan menghilangkan kekhawatiran dari me-reka, hingga mereka memperoleh apa yang dicintainya dan dijauh-kan dari perkara yang dibenci.