Maryam
Wannan fassarar tafsirin as-Saʿdī ce, kamar yadda IslamHouse.com ke wallafa ta a saadi.islamenc.com, an karanta ta daga shafukan wannan shafin yanar gizo. Shafin bai faɗi wanda ya fassara ta ba, ko wane bugu da aka buga take bi, kuma bai bayyana sharuɗɗa na ɗaukar rubutunta ba, saboda haka ba a tabbatar da haƙƙin nuna ta ba. Babu wanda ya kwatanta ta da littafin da aka buga, kuma babu malami da ya duba ta. Kowane sashe yana kusa da ayoyin da yake bayani a kansu, waɗanda rubutun Alƙur’ani ne na Tanzil, kamar yadda yake a can; aya da shafin bai ba ta bayani na kanta ba tana tare da sashen da ya gabace ta, kuma jerin yana ambaton kowace irin wannan aya. Sabīl bai rubuta wani abu daga cikinta ba, kuma bai fassara ta ba.
Rubutu dagasaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)an ɗauka 2026-10-22
كٓهيعٓصٓ 1 ذِكْرُ رَحْمَتِ رَبِّكَ عَبْدَهُۥ زَكَرِيَّآ 2
(2) Maksudnya, ini ﴾ ذِكۡرُ رَحۡمَتِ رَبِّكَ عَبۡدَهُۥ زَكَرِيَّآ 2 ﴿ "adalah penje-lasan rahmat Rabbmu kepada hambaNya, Zakaria." Kami akan me-ngisahkannya kepadamu dan akan menguraikannya dengan uraian terperinci yang bisa memperkenalkan kondisi NabiNya, Zakaria, peninggalan-peninggalannya yang baik, dan jalan hidupnya yang indah. Sesungguhnya dalam kisahnya terdapat pelajaran bagi orang yang mau mengambil pelajaran dan terdapat suri teladan bagi orang yang mau mengikuti (jejak para nabi). Dan karena di dalam penjelasan tentang rahmat (kasih sayang) Allah kepada para wali-Nya dan penjelasan tentang penyebab apa saja yang mengundang turunnya rahmat buat mereka itu, terkandung perkara-perkara yang bisa mendorong untuk mencintai Allah تعالى, memperbanyak dzikir kepadaNya, lebih mengenal Allah, dan terkandung faktor yang bisa mengantarkan kepadaNya. Hal ini disebabkan karena Allah تعالى telah memilih Nabi Zakaria عليه السلام (untuk mengemban) risalahNya dan mengistimewa-kan beliau dengan (pemberian) wahyu. Lalu Nabi Zakaria melak-sanakan tugasnya sebagaimana para rasul lainnya melaksanakan tugas mereka, mengajak manusia (agar beribadah) kepada Rabb-nya, mengajarkan kepada mereka ilmu yang diajarkan oleh Allah kepadanya, menasihati mereka saat hayat masih dikandung badan dan setelah meninggal dunia, sebagaimana saudara-saudaranya dari kalangan para rasul dan para pengikut mereka.