Tsallaka zuwa abin da ke ciki
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Ibrahim
Sura ta 14

Ibrahim

Wannan fassarar tafsirin as-Saʿdī ce, kamar yadda IslamHouse.com ke wallafa ta a saadi.islamenc.com, an karanta ta daga shafukan wannan shafin yanar gizo. Shafin bai faɗi wanda ya fassara ta ba, ko wane bugu da aka buga take bi, kuma bai bayyana sharuɗɗa na ɗaukar rubutunta ba, saboda haka ba a tabbatar da haƙƙin nuna ta ba. Babu wanda ya kwatanta ta da littafin da aka buga, kuma babu malami da ya duba ta. Kowane sashe yana kusa da ayoyin da yake bayani a kansu, waɗanda rubutun Alƙur’ani ne na Tanzil, kamar yadda yake a can; aya da shafin bai ba ta bayani na kanta ba tana tare da sashen da ya gabace ta, kuma jerin yana ambaton kowace irin wannan aya. Sabīl bai rubuta wani abu daga cikinta ba, kuma bai fassara ta ba.

Rubutu dagasaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)an ɗauka 2026-10-22

Ayoyi 1–2

الٓر ۚ كِتَـٰبٌ أَنزَلْنَـٰهُ إِلَيْكَ لِتُخْرِجَ ٱلنَّاسَ مِنَ ٱلظُّلُمَـٰتِ إِلَى ٱلنُّورِ بِإِذْنِ رَبِّهِمْ إِلَىٰ صِرَٰطِ ٱلْعَزِيزِ ٱلْحَمِيدِ 1 ٱللَّهِ ٱلَّذِى لَهُۥ مَا فِى ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَمَا فِى ٱلْأَرْضِ ۗ وَوَيْلٌ لِّلْكَـٰفِرِينَ مِنْ عَذَابٍ شَدِيدٍ 2

(1-2) Allah تعالى memberitahukan bahwa Dia telah menurunkan kitabNya kepada RasulNya Muhammad, demi kemaslahatan para makhluk. Yaitu untuk mengentaskan manusia dari kegelapan ke-bodohan, kekufuran, dan perangai-perangai yang buruk serta be-ragam maksiat menuju cahaya ilmu, iman dan akhlak yang baik. Firman Allah ﴾ بِإِذۡنِ رَبِّهِمۡ ﴿ "dengan izin Rabb mereka", maksud-nya tidak akan terwujud hal yang mereka sukai karena (mencari ridha) Allah, melainkan dengan kehendak dan pertolongan dari Allah. Hal ini mengandung anjuran bagi para hamba untuk meminta bantuan kepada Rabb mereka. Kemudian Allah menerangkan arti 'cahaya' yang mana kitab ini memberi petunjuk mereka kepada cahaya itu seraya berfirman, ﴾ إِلَىٰ صِرَٰطِ ٱلۡعَزِيزِ ٱلۡحَمِيدِ ﴿ "(yaitu) menuju jalan Rabb Yang Mahaperkasa lagi Maha Terpuji," maksudnya jalan yang menghubungkan kepadaNya dan ke kampung kemuliaan-Nya, yang mencakup penguasaan ilmu kebenaran dan pengamalan-nya. Dalam penyebutan nama Allah al-'Aziz dan al-Hamid (Yang Mahaperkasa lagi Maha Terpuji) sesudah penyebutan jalan yang menghubungkan menuju kemuliaanNya secara implisit, terkandung isyarat bahwa siapa saja yang menelusurinya (jalan tersebut), maka dia akan menjadi orang yang penuh kemuliaan dengan kemuliaan dari Allah, insan yang kuat meskipun tanpa pendukung kecuali Allah, terpuji dalam segala urusannya, dan akhir hidupnya pun baik. Itu semua sungguh membuktikan bahwa jalan Allah menjadi salah satu bukti kuat tentang kepemilikan Allah atas sifat-sifat yang sem-purna dan agung, dan bahwa Dzat yang menegakkan jembatan tersebut adalah Dzat yang mempunyai kekuasaan yang kuat, terpuji dalam setiap ucapan, tindakan dan ketetapan hukumNya, dan bah-wa Dia diibadahi dengan berbagai jenis ibadah yang merupakan anak tangga menuju Sirath al-Mustaqim. Dan bahwa sebagaimana Allah menguasai kerajaan langit dan bumi, dalam aspek penciptaan, pemberian rizki dan pengaturan, maka Dia juga menguasai hak penetapan hukum atas hamba-hambaNya dengan hukum-hukum agama. Sebab mereka adalah milikNya, dan tidak sepantasnya bagi Allah membiarkan mereka begitu saja dengan sia-sia. Usai menerangkan dalil dan buktinya, maka Allah mengan-cam orang-orang yang tidak patuh terhadap ketentuan tersebut. Allah berfirman, ﴾ وَوَيۡلٞ لِّلۡكَٰفِرِينَ مِنۡ عَذَابٖ شَدِيدٍ ﴿ "Dan celakalah orang-orang kafir karena siksaan yang sangat pedih", yang tidak bisa diper-kirakan kadar tingkat (kepedihan)nya dan tidak bisa dideskripsi-kan hakikat siksaanNya.