Ash-Sharh
This is a translation of Tafsīr as-Saʿdī as IslamHouse.com publishes it at saadi.islamenc.com, read from that site’s pages. The site does not say who translated it or which printed edition it follows, and states no terms for taking its text, so the right to show it is not verified. Nobody has compared it with a printed book, and no scholar has reviewed it. Each passage stands beside the verses it comments on, which are the Qur’ān text of Tanzil, shown as it is there; a verse the site gives no commentary of its own stands with the passage before it, and the index names each such verse. Sabīl did not write or translate any of it.
Text fromsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)taken 2026-10-22
أَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَ 1 وَوَضَعْنَا عَنكَ وِزْرَكَ 2 ٱلَّذِىٓ أَنقَضَ ظَهْرَكَ 3 وَرَفَعْنَا لَكَ ذِكْرَكَ 4
(1-4) Allah سبحانه وتعالى berfirman kepada RasulNya, ﴾ أَلَمۡ نَشۡرَحۡ لَكَ صَدۡرَكَ ﴿ "Bukankah Kami telah melapangkan untukmu dadamu?" Yakni, Kami melapangkannya untuk syariat-syariat agama, dakwah kepada Allah سبحانه وتعالى, bersifat dengan akhlak yang baik, mengedepankan akhirat dan mempermudahkan kebajikan sehingga tidak terasa sempit dan tertekan hingga hampir (sebelumnya) tidak tunduk pada kebaikan dan hampir tidak merasakannya lapang. ﴾ وَوَضَعۡنَا عَنكَ وِزۡرَكَ ﴿ "Dan Kami telah menghilangkan dari padamu bebanmu," yakni kesalahanmu ﴾ ٱلَّذِيٓ أَنقَضَ ظَهۡرَكَ ﴿ "yang memberatkan punggungmu," senada dengan Fir-man Allah سبحانه وتعالى, ﴾ لِّيَغۡفِرَ لَكَ ٱللَّهُ مَا تَقَدَّمَ مِن ذَنۢبِكَ وَمَا تَأَخَّرَ ﴿ "Supaya Allah memberi ampunan kepadamu terhadap dosa yang telah lalu dan yang akan datang." (Al-Fath: 2). ﴾ وَرَفَعۡنَا لَكَ ذِكۡرَكَ ﴿ "Dan Kami tinggikan bagimu sebutan (nama)mu," yakni Kami tinggikan derajatmu dan Kami berikan pujian baik lagi luhur untukmu yang belum pernah dicapai oleh seorang pun sehingga tidaklah Allah سبحانه وتعالى disebut melainkan RasulNya juga dise-butkan bersamaNya seperti kalimat syahadat masuk Islam, adzan, iqamat, khutbah dan lainnya yang dalam kata-kata itu Allah سبحانه وتعالى mengagungkan sebutan RasulNya, Muhammad a. Dan di hati umatnya, beliau dicintai, diagungkan, dan dimuliakan, yang tidak dimiliki oleh seorang pun selain beliau setelah Allah سبحانه وتعالى. Semoga Allah سبحانه وتعالى memberi beliau balasan atas jerih payahnya terhadap umat dengan balasan terbaik yang diberikan kepada seorang nabi atas jasa baiknya bagi umatnya.