Al-Anfaal
This is a translation of Tafsīr as-Saʿdī as IslamHouse.com publishes it at saadi.islamenc.com, read from that site’s pages. The site does not say who translated it or which printed edition it follows, and states no terms for taking its text, so the right to show it is not verified. Nobody has compared it with a printed book, and no scholar has reviewed it. Each passage stands beside the verses it comments on, which are the Qur’ān text of Tanzil, shown as it is there; a verse the site gives no commentary of its own stands with the passage before it, and the index names each such verse. Sabīl did not write or translate any of it.
Text fromsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)taken 2026-10-22
إِذْ يُوحِى رَبُّكَ إِلَى ٱلْمَلَـٰٓئِكَةِ أَنِّى مَعَكُمْ فَثَبِّتُوا۟ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ۚ سَأُلْقِى فِى قُلُوبِ ٱلَّذِينَ كَفَرُوا۟ ٱلرُّعْبَ فَٱضْرِبُوا۟ فَوْقَ ٱلْأَعْنَاقِ وَٱضْرِبُوا۟ مِنْهُمْ كُلَّ بَنَانٍ 12
(12) Termasuk pertolongan Allah juga adalah bahwa Dia mewahyukan kepada para malaikat, ﴾ أَنِّي مَعَكُمۡ ﴿ "Sesungguhnya Aku bersama kamu", dengan bantuan, pertolongan, dan kemenangan. ﴾ فَثَبِّتُواْ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْۚ ﴿ "Maka teguhkanlah (pendirian) orang-orang yang telah beriman." Yakni tanamkanlah di dalam hati mereka keberanian melawan musuh serta doronglah mereka kepada jihad dan keuta-maannya. ﴾ سَأُلۡقِي فِي قُلُوبِ ٱلَّذِينَ كَفَرُواْ ٱلرُّعۡبَ ﴿ "Kelak akan Aku jatuhkan rasa ketakutan ke dalam hati orang-orang kafir," yang merupakan tentara terbesarmu dalam menghadapi mereka, karena jika Allah meneguh-kan orang-orang yang beriman dan menyusupkan rasa takut di hati orang-orang kafir, maka orang-orang kafir tidak akan mampu teguh di hadapan kaum Muslimin, dan Allah menyerahkan pundak-pun-dak mereka kepada orang-orang Mukmin. ﴾ فَٱضۡرِبُواْ فَوۡقَ ٱلۡأَعۡنَاقِ ﴿ "Maka penggallah kepala mereka." Yakni leher mereka. ﴾ وَٱضۡرِبُواْ مِنۡهُمۡ كُلَّ بَنَانٖ ﴿ "Dan pancunglah tiap-tiap ujung jari mereka." Yakni pergelangan. Ucapan ini bisa jadi untuk para malaikat yang mana Allah mewah-yukan kepada mereka agar meneguhkan hati orang-orang beriman. Ini menunjukkan bahwa para malaikat turut berpartisipasi secara langsung dalam perang Badar. Bisa pula ucapan ini tertuju kepada orang-orang yang beriman di mana Allah menyemangati mereka dan mengajarkan kepada mereka bagaimana mereka membunuh orang-orang kafir dan bahwa mereka tidak perlu mengasihani orang-orang kafir.