Skip to content
Tafsir As-Saadi - Indonesian · An-Naazi'aat
Sūrah 79

An-Naazi'aat

This is a translation of Tafsīr as-Saʿdī as IslamHouse.com publishes it at saadi.islamenc.com, read from that site’s pages. The site does not say who translated it or which printed edition it follows, and states no terms for taking its text, so the right to show it is not verified. Nobody has compared it with a printed book, and no scholar has reviewed it. Each passage stands beside the verses it comments on, which are the Qur’ān text of Tanzil, shown as it is there; a verse the site gives no commentary of its own stands with the passage before it, and the index names each such verse. Sabīl did not write or translate any of it.

Text fromsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)taken 2026-10-22

Verses 15–25

هَلْ أَتَىٰكَ حَدِيثُ مُوسَىٰٓ 15 إِذْ نَادَىٰهُ رَبُّهُۥ بِٱلْوَادِ ٱلْمُقَدَّسِ طُوًى 16 ٱذْهَبْ إِلَىٰ فِرْعَوْنَ إِنَّهُۥ طَغَىٰ 17 فَقُلْ هَل لَّكَ إِلَىٰٓ أَن تَزَكَّىٰ 18 وَأَهْدِيَكَ إِلَىٰ رَبِّكَ فَتَخْشَىٰ 19 فَأَرَىٰهُ ٱلْـَٔايَةَ ٱلْكُبْرَىٰ 20 فَكَذَّبَ وَعَصَىٰ 21 ثُمَّ أَدْبَرَ يَسْعَىٰ 22 فَحَشَرَ فَنَادَىٰ 23 فَقَالَ أَنَا۠ رَبُّكُمُ ٱلْأَعْلَىٰ 24 فَأَخَذَهُ ٱللَّهُ نَكَالَ ٱلْـَٔاخِرَةِ وَٱلْأُولَىٰٓ 25

(15-25) Allah سبحانه وتعالى berfirman kepada NabiNya Muhammad a, ﴾ هَلۡ أَتَىٰكَ حَدِيثُ مُوسَىٰٓ ﴿ "Sudahkah sampai kepadamu (ya Muhammad) kisah Musa?" Ini adalah pertanyaan atas urusan besar yang pasti terjadi. Apakah berita tentangnya telah sampai? ﴾ إِذۡ نَادَىٰهُ رَبُّهُۥ بِٱلۡوَادِ ٱلۡمُقَدَّسِ طُوًى ﴿ "Tat-kala Rabbnya memanggilnya di lembah suci, yaitu lembah Thuwa," yakni tempat di mana Allah سبحانه وتعالى berbicara dengan Musa عليه السلام dan memberi karunia risalah pada beliau. Allah سبحانه وتعالى mengutus beliau dengan wahyu dan menguji beliau, ﴾ ٱذۡهَبۡ إِلَىٰ فِرۡعَوۡنَ إِنَّهُۥ طَغَىٰ ﴿ "Pergilah kamu kepada Fir'aun, sesungguhnya dia telah melampaui batas," yakni, meski ia melampaui batas, berbuat syirik dan durhaka, berkatalah padanya dengan lemah lembut, semoga ia ingat atau takut. ﴾ فَقُلۡ هَل لَّكَ إِلَىٰٓ أَن تَزَكَّىٰ ﴿ "Dan ka-takanlah (kepada Fir'aun), 'Adakah keinginan bagimu untuk membersih-kan diri (dari kesesatan)'," apakah pada dirimu terdapat sifat terpuji dan indah yang diperebutkan oleh orang-orang berakal? Yaitu dengan menyucikan dirimu dari kotoran kufur dan tindakan yang melampaui batas menuju keimanan dan amal baik. ﴾ وَأَهۡدِيَكَ إِلَىٰ رَبِّكَ ﴿ "Dan kamu akan kupimpin ke jalan Rabbmu," yakni aku tunjukkan padaNya dan aku jelaskan faktor-faktor keridhaanNya padamu dan juga faktor-faktor kemurkaanNya, ﴾ فَتَخۡشَىٰ ﴿ "agar supaya kamu takut" kepada Allah سبحانه وتعالى bila kau mengetahui jalan yang lurus. Fir'aun enggan atas seruan Musa. ﴾ فَأَرَىٰهُ ٱلۡأٓيَةَ ٱلۡكُبۡرَىٰ ﴿ "Lalu Musa memperlihatkan kepadanya mukjizat yang besar," yaitu jenis tanda-tanda kebesaran yang agung yang tidak menafikan mukjizat-mukjizat lain yang beragam. ﴾ فَأَلۡقَىٰ عَصَاهُ فَإِذَا هِيَ ثُعۡبَانٞ مُّبِينٞ 107 وَنَزَعَ يَدَهُۥ فَإِذَا هِيَ بَيۡضَآءُ لِلنَّٰظِرِينَ 108 ﴿ "Maka Musa menjatuhkan tongkatnya, lalu seketika itu juga tong-kat itu menjadi ular yang sebenarnya. Dan ia mengeluarkan tangannya, maka seketika itu juga tangan itu menjadi putih bercahaya (kelihatan) oleh orang-orang yang melihatnya." (Al-A'raf: 107-108). ﴾ فَكَذَّبَ ﴿ "Tetapi Fir'aun mendustakan" kebenaran ﴾ وَعَصَىٰ ﴿ "dan mendurhakai" perintah. ﴾ ثُمَّ أَدۡبَرَ يَسۡعَىٰ ﴿ "Kemudian dia berpaling seraya berusaha menantang (Musa)," yaitu berusaha melawan kebenaran dan memeranginya. ﴾ فَحَشَرَ ﴿ "Maka ia mengumpulkan (pembesar-pem-besarnya)," yakni dari tentaranya, ﴾ فَنَادَىٰ 23 فَقَالَ أَنَا۠ رَبُّكُمُ ٱلۡأَعۡلَىٰ ﴿ "lalu berseru memanggil kaumnya (seraya) berkata, 'Akulah Rabbmu yang paling tinggi'." Kaumnya tunduk pada Fir'aun dan mengakui kebatilan Musa عليه السلام. Ketika Fir'aun meremehkan Musa عليه السلام, ﴾ فَأَخَذَهُ ٱللَّهُ نَكَالَ ٱلۡأٓخِرَةِ وَٱلۡأُولَىٰٓ ﴿ "maka Allah mengazabnya dengan azab di akhirat dan azab di dunia," yakni, Allah سبحانه وتعالى menjadikan hukuman terhadapnya sebagai petunjuk dan peringatan keras, serta untuk menjelaskan azab dunia-akhirat.