Al-A'raaf
This is a translation of Tafsīr as-Saʿdī as IslamHouse.com publishes it at saadi.islamenc.com, read from that site’s pages. The site does not say who translated it or which printed edition it follows, and states no terms for taking its text, so the right to show it is not verified. Nobody has compared it with a printed book, and no scholar has reviewed it. Each passage stands beside the verses it comments on, which are the Qur’ān text of Tanzil, shown as it is there; a verse the site gives no commentary of its own stands with the passage before it, and the index names each such verse. Sabīl did not write or translate any of it.
Text fromsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)taken 2026-10-22
وَنَادَىٰٓ أَصْحَـٰبُ ٱلنَّارِ أَصْحَـٰبَ ٱلْجَنَّةِ أَنْ أَفِيضُوا۟ عَلَيْنَا مِنَ ٱلْمَآءِ أَوْ مِمَّا رَزَقَكُمُ ٱللَّهُ ۚ قَالُوٓا۟ إِنَّ ٱللَّهَ حَرَّمَهُمَا عَلَى ٱلْكَـٰفِرِينَ 50 ٱلَّذِينَ ٱتَّخَذُوا۟ دِينَهُمْ لَهْوًا وَلَعِبًا وَغَرَّتْهُمُ ٱلْحَيَوٰةُ ٱلدُّنْيَا ۚ فَٱلْيَوْمَ نَنسَىٰهُمْ كَمَا نَسُوا۟ لِقَآءَ يَوْمِهِمْ هَـٰذَا وَمَا كَانُوا۟ بِـَٔايَـٰتِنَا يَجْحَدُونَ 51 وَلَقَدْ جِئْنَـٰهُم بِكِتَـٰبٍ فَصَّلْنَـٰهُ عَلَىٰ عِلْمٍ هُدًى وَرَحْمَةً لِّقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ 52
(50-52) Yakni penghuni neraka memanggil penduduk surga ketika mereka mendapatkan azab yang sangat pedih, dan ketika kelaparan yang sangat dan kehausan yang mencekik menerpa me-reka, mereka memanggil dan meminta tolong kepada penduduk surga. ﴾ أَفِيضُواْ عَلَيۡنَا مِنَ ٱلۡمَآءِ أَوۡ مِمَّا رَزَقَكُمُ ٱللَّهُۚ ﴿ "Limpahkanlah kepada kami sedikit air atau makanan yang telah dirizkikan Allah kepadamu." Lalu pendu-duk surga menjawab, ﴾ إِنَّ ٱللَّهَ حَرَّمَهُمَا ﴿ "Sesungguhnya Allah telah meng-haramkan keduanya." Yakni air dan makanan surga ﴾ عَلَى ٱلۡكَٰفِرِينَ ﴿ "Atas orang-orang kafir." Dan hal itu adalah sebagai balasan kepada me-reka atas kekufuran mereka kepada ayat-ayat Allah dan mereka menjadikan agama yang mereka diperintahkan agar teguh di atas-nya dan dijanjikan dengan balasan besar atasnya, ﴾ لَهۡوٗا وَلَعِبٗا ﴿ "sebagai main-main dan senda-gurau." Yakni hati mereka lalai darinya dan berpaling, mereka main-main dan menjadikannya sebagai bahan cemoohan, atau mereka mengganti agama mereka dengan main-main dan senda gurau. Mereka menukar agama yang lurus dengan itu. ﴾ وَغَرَّتۡهُمُ ٱلۡحَيَوٰةُ ٱلدُّنۡيَاۚ ﴿ "Dan kehidupan dunia telah menipu mereka", dengan perhiasannya, keindahannya, dan banyaknya propaganda-nya. Mereka cenderung kepadanya, rela dan berbahagia dengannya dan mereka lupa dan berpaling dari Akhirat. ﴾ فَٱلۡيَوۡمَ نَنسَىٰهُمۡ ﴿ "Maka pada Hari (Kiamat) ini, Kami melupakan mereka." Yakni Kami mem-biarkan mereka di dalam azab, ﴾ كَمَا نَسُواْ لِقَآءَ يَوۡمِهِمۡ هَٰذَا ﴿ "sebagaimana mereka melupakan pertemuan mereka dengan hari ini." Seolah-olah me-reka hanya diciptakan untuk dunia semata dan di belakang hari nanti tidak ada perhitungan dan balasan amal bagi mereka, ﴾ وَمَا كَانُواْ بِـَٔايَٰتِنَا يَجۡحَدُونَ ﴿ "dan (sebagaimana) mereka selalu mengingkari ayat-ayat Kami." Padahal pengingkaran mereka itu bukan karena keter-batasan pada ayat-ayat Allah dan kejelasannya, justru ﴾ جِئۡنَٰهُم بِكِتَٰبٖ فَصَّلۡنَٰهُ ﴿ "Kami telah mendatangkan sebuah Kitab (al-Qur`an) kepada mereka yang Kami telah menjelaskannya." Yakni Kami jelaskan padanya se-luruh tuntutan yang dibutuhkan oleh manusia ﴾ عَلَىٰ عِلۡمٍ ﴿ "atas dasar pengetahuan Kami." Yakni atas dasar pengetahuan dari Allah terha-dap keadaan para hamba di setiap waktu dan tempat, serta apa yang baik dan apa yang tidak baik bagi mereka. Perinciannya bukan perincian orang yang tidak memiliki pengetahuan terhadap per-kara-perkara, sehingga ia tidak mengetahui sebagian kondisi yang akibatnya dia mengeluarkan hukum yang tidak sesuai. Akan teta-pi ini adalah perincian Dzat yang IlmuNya meliputi segala sesuatu dan RahmatNya meliputi segala sesuatu, ﴾ هُدٗى وَرَحۡمَةٗ لِّقَوۡمٖ يُؤۡمِنُونَ ﴿ "yang menjadi petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman." Yakni dengan kitab ini orang-orang Mukmin mendapatkan hidayah dari kesesatan, penjelasan tentang yang haq dan yang batil, demikian juga penyimpangan dan kebenaran. Dengannya pula mereka juga mendapatkan rahmat, yaitu kebahagiaan dan kebaikan dunia dan akhirat, sehingga lenyaplah kesesatan dan kesengsaraan.