Al-An'aam
This is a translation of Tafsīr as-Saʿdī as IslamHouse.com publishes it at saadi.islamenc.com, read from that site’s pages. The site does not say who translated it or which printed edition it follows, and states no terms for taking its text, so the right to show it is not verified. Nobody has compared it with a printed book, and no scholar has reviewed it. Each passage stands beside the verses it comments on, which are the Qur’ān text of Tanzil, shown as it is there; a verse the site gives no commentary of its own stands with the passage before it, and the index names each such verse. Sabīl did not write or translate any of it.
Text fromsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)taken 2026-10-22
إِنِّى وَجَّهْتُ وَجْهِىَ لِلَّذِى فَطَرَ ٱلسَّمَـٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ حَنِيفًا ۖ وَمَآ أَنَا۠ مِنَ ٱلْمُشْرِكِينَ 79
(79) ﴾ إِنِّي وَجَّهۡتُ وَجۡهِيَ لِلَّذِي فَطَرَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلۡأَرۡضَ حَنِيفٗاۖ ﴿ "Sesungguh-nya aku menghadapkan diriku kepada Tuhan yang menciptakan langit dan bumi dengan cenderung kepada agama yang benar," yang hanya milik Allah semata, menghadap kepadaNya dan berpaling dari selainNya. ﴾ وَمَآ أَنَا۠ مِنَ ٱلۡمُشۡرِكِينَ ﴿ "Dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang mempersekutukanNya." Dia berlepas diri dari kesyirikan, tunduk kepada tauhid, dan menegakkan dalil atas itu. Apa yang kami sebutkan dalam penafsiran ayat-ayat ini adalah yang benar, yakni bahwa konteksnya adalah perdebatan antara Ibrahim dengan kaumnya, dan penjelasan batilnya penuhanan terhadap planet-planet ini dan lain-lainnya. Adapun orang yang berpendapat bahwa itu terjadi pada waktu dia masih muda sebagai proses pencarian, maka pendapat ini tidak berdasar.