Skip to content
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Fussilat
Sūrah 41

Fussilat

This is a translation of Tafsīr as-Saʿdī as IslamHouse.com publishes it at saadi.islamenc.com, read from that site’s pages. The site does not say who translated it or which printed edition it follows, and states no terms for taking its text, so the right to show it is not verified. Nobody has compared it with a printed book, and no scholar has reviewed it. Each passage stands beside the verses it comments on, which are the Qur’ān text of Tanzil, shown as it is there; a verse the site gives no commentary of its own stands with the passage before it, and the index names each such verse. Sabīl did not write or translate any of it.

Text fromsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)taken 2026-10-22

Verse 45

وَلَقَدْ ءَاتَيْنَا مُوسَى ٱلْكِتَـٰبَ فَٱخْتُلِفَ فِيهِ ۗ وَلَوْلَا كَلِمَةٌ سَبَقَتْ مِن رَّبِّكَ لَقُضِىَ بَيْنَهُمْ ۚ وَإِنَّهُمْ لَفِى شَكٍّ مِّنْهُ مُرِيبٍ 45

(45) Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ وَلَقَدۡ ءَاتَيۡنَا مُوسَى ٱلۡكِتَٰبَ ﴿ "Dan sesung-guhnya telah Kami berikan kepada Musa al-Kitab," sebagaimana Kami telah memberikan kepadamu (Muhammad) al-Kitab, kemudian manusia melakukan terhadapnya apa yang telah mereka lakukan terhadapmu. Mereka berselisih, di antara mereka ada yang beriman kepadanya, berpedoman kepadanya dan mengambil pelajaran. Dan di antara mereka ada yang mendustakannya dan tidak mengambil pelajaran darinya. Allah سبحانه وتعالى, kalau saja bukan karena kesantunan-Nya dan ketetapanNya terdahulu yang menangguhkan azab hingga waktu yang telah ditentukan, tidak bisa dimajukan dan tidak pula bisa ditunda, ﴾ لَقُضِيَ بَيۡنَهُمۡۚ ﴿ "tentulah orang-orang kafir itu sudah dibina-sakan," hanya dengan terpisahkannya orang-orang yang beriman dari orang-orang yang kafir, dengan membinasakan orang-orang yang kafir pada saat itu juga. Karena sebab kebinasaan sudah pasti dan ada. ﴾ وَإِنَّهُمۡ لَفِي شَكّٖ مِّنۡهُ مُرِيبٖ ﴿ "Dan sesungguhnya mereka terhadap al-Qur`an benar-benar berada dalam keragu-raguan yang membingung-kan." Artinya, mereka sudah sampai pada keragu-raguan yang membuat mereka gelisah, maka dari itu mereka mendustakannya dan mengingkarinya.