Al-Ghaafir
This is a translation of Tafsīr as-Saʿdī as IslamHouse.com publishes it at saadi.islamenc.com, read from that site’s pages. The site does not say who translated it or which printed edition it follows, and states no terms for taking its text, so the right to show it is not verified. Nobody has compared it with a printed book, and no scholar has reviewed it. Each passage stands beside the verses it comments on, which are the Qur’ān text of Tanzil, shown as it is there; a verse the site gives no commentary of its own stands with the passage before it, and the index names each such verse. Sabīl did not write or translate any of it.
Text fromsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)taken 2026-10-22
ٱلَّذِينَ يُجَـٰدِلُونَ فِىٓ ءَايَـٰتِ ٱللَّهِ بِغَيْرِ سُلْطَـٰنٍ أَتَىٰهُمْ ۖ كَبُرَ مَقْتًا عِندَ ٱللَّهِ وَعِندَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ ۚ كَذَٰلِكَ يَطْبَعُ ٱللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ قَلْبِ مُتَكَبِّرٍ جَبَّارٍ 35
(35) Kemudian Allah menyebutkan sifat orang yang me-lampaui batas lagi pendusta, seraya berfirman, ﴾ ٱلَّذِينَ يُجَٰدِلُونَ فِيٓ ءَايَٰتِ ٱللَّهِ ﴿ "Orang yang memperdebatkan ayat-ayat Allah" yang menjelaskan kebenaran dari kebatilan, yang karena sangat jelasnya ayat-ayat itu hingga laksana mentari bagi pandangan mata. Mereka memperde-batkannya sekalipun ayat-ayat itu sudah sangat jelas sekali, agar mereka bisa menolak dan membatalkannya, ﴾ بِغَيۡرِ سُلۡطَٰنٍ أَتَىٰهُمۡۖ ﴿ "tanpa alasan yang sampai kepada mereka." Maksudnya, tanpa argumen dan alasan yang benar. Ini adalah karakter pokok setiap orang yang memperdebat-kan ayat-ayat Allah. Sebab, mustahil ia akan bisa berdebat berda-sarkan argumen (dalil yang benar), sebab kebenaran itu tidak bisa ditentang oleh siapa pun. Maka ia sama sekali tidak mungkin me-nolak (menentang)nya dengan dalil syar'i atau dalil aqli. ﴾ كَبُرَ ﴿ "Amat besar" ucapan yang mengandung penolakan terhadap kebenaran dengan batil itu, dan m e r u p a k a n ﴾ مَقۡتًا عِندَ ٱللَّهِ وَعِندَ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْۚ ﴿ "kemurkaan di sisi Allah dan di sisi orang-orang yang beriman." Jadi, Allah sangat murka terhadap pengucapnya, sebab ucapannya mengandung pendustaan terhadap kebenaran dan membenarkan kebatilan serta menisbatkannya kepada Allah. Ini semua adalah perkara-perkara yang membuat Allah sangat murka kepadanya dan kepada siapa saja yang berkarakterkan demikian. Dan demikian pula hamba-hambaNya yang beriman sangat mem-benci perbuatan tersebut dengan sebenci-bencinya, sejalan dengan Tuhan mereka. Mereka adalah manusia-manusia pilihan Allah سبحانه وتعالى. Dan kebencian mereka adalah bukti atas kekejian orang yang me-reka benci. ﴾ كَذَٰلِكَ ﴿ "Demikianlah" sebagaimana Allah mengunci mati hati keluarga Fir'aun, maka ﴾ يَطۡبَعُ ٱللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ قَلۡبِ مُتَكَبِّرٖ جَبَّارٖ ﴿ "Allah mengunci mati setiap hati orang yang sombong dan sewenang-wenang," yang me-nyombongkan diri terhadap kebenaran dengan menolaknya dan terhadap manusia dengan meremehkan mereka; sewenang-wenang dengan banyak berbuat zhalim dan jahat.