Skip to content
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Az-Zumar
Sūrah 39

Az-Zumar

This is a translation of Tafsīr as-Saʿdī as IslamHouse.com publishes it at saadi.islamenc.com, read from that site’s pages. The site does not say who translated it or which printed edition it follows, and states no terms for taking its text, so the right to show it is not verified. Nobody has compared it with a printed book, and no scholar has reviewed it. Each passage stands beside the verses it comments on, which are the Qur’ān text of Tanzil, shown as it is there; a verse the site gives no commentary of its own stands with the passage before it, and the index names each such verse. Sabīl did not write or translate any of it.

Text fromsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)taken 2026-10-22

Verse 73

وَسِيقَ ٱلَّذِينَ ٱتَّقَوْا۟ رَبَّهُمْ إِلَى ٱلْجَنَّةِ زُمَرًا ۖ حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءُوهَا وَفُتِحَتْ أَبْوَٰبُهَا وَقَالَ لَهُمْ خَزَنَتُهَا سَلَـٰمٌ عَلَيْكُمْ طِبْتُمْ فَٱدْخُلُوهَا خَـٰلِدِينَ 73

(73) Kemudian Allah berfirman tentang para penghuni surga, ﴾ وَسِيقَ ٱلَّذِينَ ٱتَّقَوۡاْ رَبَّهُمۡ ﴿ "Dan orang-orang yang bertakwa kepada Rabbnya dibawa," karena telah mengesakanNya dan beramal mela-kukan ketaatan kepadaNya, mereka digiring dengan penuh peng-hormatan dan pemuliaan, mereka dihimpun sebagai delegasi atas para malaikat yang mulia, ﴾ إِلَى ٱلۡجَنَّةِ زُمَرًاۖ ﴿ "ke surga berombong-rom-bongan pula," dengan riang gembira dan senang hati, setiap rom-bongan beserta rombongan yang sesuai dengan amal perbuatannya. ﴾ حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءُوهَا ﴿ "Sehingga apabila mereka sampai ke sana," maksudnya, mereka tiba ke tempat yang sangat lapang dan tempat-tempat tinggal yang unik itu, dan aroma wangi dan angin sepoi-sepoinya bertiup menghembusi mereka, dan telah tiba saat kekekalan dan kenikmatannya, ﴾ وَفُتِحَتۡ ﴿ "sedang telah dibuka" untuk mereka ﴾ أَبۡوَٰبُهَا ﴿ "pintu-pintunya," dibuka sebagai penghormatan untuk manusia-manusia yang mulia, agar mereka dimuliakan di dalamnya,﴾ وَقَالَ لَهُمۡ خَزَنَتُهَا ﴿ "maka berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya," sebagai ucapan selamat dan sambutan hangat untuk mereka, ﴾ سَلَٰمٌ عَلَيۡكُمۡ ﴿ "Kesejahteraan atasmu," maksudnya, keselamatan dari segala kebu-rukan telah menjadi milik kalian. ﴾ طِبۡتُمۡ ﴿ "Berbahagialah kamu," maksudnya, berbahagialah hati kalian dengan ma'rifatullah, men-cintaiNya, dan takut kepadaNya, dan lisan kalian dengan berdzikir mengingatNya, serta anggota-anggota tubuh kalian dengan ketaat-an kepadaNya ﴾ فَـ﴿ "maka" disebabkan kebahagiaan kalian ﴾ ٱدۡخُلُوهَا خَٰلِدِينَ ﴿ "masukilah surga ini, sedang kamu kekal di dalamnya," sebab ia adalah negeri yang suci dan tidak pantas menghuninya kecuali orang-orang yang suci pula. Dan tentang neraka, Allah berfirman, ﴾ فُتِحَتۡ أَبۡوَٰبُهَا ﴿, sedang-kan tentang surga Dia berfirman, ﴾ وَفُتِحَتۡ ﴿ , dengan menggunakan huruf wau, adalah sebagai isyarat bahwa saat para penghuni neraka tiba di (depan pintunya), pintu-pintu neraka itu pun langsung di-buka tanpa menunggu-nunggu lagi atau menunda-nunda waktu, dan agar saat pembukaannya di hadapan muka mereka dan saat mereka tiba, panasnya terasa lebih hebat dan azabnya lebih dahsyat. Adapun surga adalah negeri yang sangat tinggi lagi mahal yang tidak akan bisa dicapai dan tidak bisa diraih oleh setiap orang kecuali orang-orang yang telah memenuhi berbagai wasa`il (sarana dan persyaratan) yang dapat mengantarkannya kepadanya. Dan di samping itu pula mereka masih memerlukan syafa'atnya pemberi syafa'at termulia untuk bisa memasukinya. Surga tidak langsung dibukakan untuk mereka saat mereka sampai di hadapannya. Akan tetapi mereka harus meminta syafa'at kepada Allah melalui Nabi Muhammad a hingga beliau memberikan syafa'atnya, lalu Allah memperkenankan syafa'at beliau.[80] Pada ayat-ayat di atas terdapat satu dalil yang menunjukkan bahwa neraka dan surga mempunyai pintu-pintu yang dapat dibuka dan ditutup, dan masing-masing dari keduanya memiliki para penjaga atau petugas. Keduanya adalah negeri yang khusus yang tidak akan dimasuki kecuali oleh manusia-manusia yang berhak untuk menempatinya. Keduanya sangat berbeda dengan tempat-tempat tinggal dan negeri-negeri lainnya.