Yaseen
This is a translation of Tafsīr as-Saʿdī as IslamHouse.com publishes it at saadi.islamenc.com, read from that site’s pages. The site does not say who translated it or which printed edition it follows, and states no terms for taking its text, so the right to show it is not verified. Nobody has compared it with a printed book, and no scholar has reviewed it. Each passage stands beside the verses it comments on, which are the Qur’ān text of Tanzil, shown as it is there; a verse the site gives no commentary of its own stands with the passage before it, and the index names each such verse. Sabīl did not write or translate any of it.
Text fromsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)taken 2026-10-22
وَمَا لِىَ لَآ أَعْبُدُ ٱلَّذِى فَطَرَنِى وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ 22 ءَأَتَّخِذُ مِن دُونِهِۦٓ ءَالِهَةً إِن يُرِدْنِ ٱلرَّحْمَـٰنُ بِضُرٍّ لَّا تُغْنِ عَنِّى شَفَـٰعَتُهُمْ شَيْـًٔا وَلَا يُنقِذُونِ 23 إِنِّىٓ إِذًا لَّفِى ضَلَـٰلٍ مُّبِينٍ 24 إِنِّىٓ ءَامَنتُ بِرَبِّكُمْ فَٱسْمَعُونِ 25
(22-25) Seolah-olah kaumnya belum juga menerima nasi-hatnya, bahkan mereka kembali mencelanya karena mengikuti para rasul dan mengikhlaskan kepatuhan hanya kepada Allah سبحانه وتعالى semata, maka ia berkata, ﴾ وَمَا لِيَ لَآ أَعۡبُدُ ٱلَّذِي فَطَرَنِي وَإِلَيۡهِ تُرۡجَعُونَ ﴿ "Mengapa aku tidak menyembah Tuhan yang telah menciptakanku dan yang hanya kepada-Nya-lah kamu akan dikembalikan?" Artinya, apa yang menghalangiku untuk beribadah kepada Yang berhak untuk diibadahi (disembah), sebab Dia-lah yang telah menjadikan dan menciptakanku serta memberiku rizki dan kepadaNya tempat kembali semua makhluk, lalu Dia akan memberikan balasan kepada mereka menurut amal-amal perbuatan mereka. Maka Tuhan yang di TanganNya pen-ciptaan, rizki, dan keputusan di antara manusia di dunia dan di akhirat, Dia-lah yang berhak disembah, disanjung dan dipuji, bukan yang tidak memiliki manfaat, tidak menimpakan bahaya, tidak bisa memberi dan menahan (keburukan), tidak pula memiliki hak mematikan, menghidupkan ataupun membangkitkan kembali. Maka dari itu Dia berfirman,﴾ ءَأَتَّخِذُ مِن دُونِهِۦٓ ءَالِهَةً إِن يُرِدۡنِ ٱلرَّحۡمَٰنُ بِضُرّٖ لَّا تُغۡنِ عَنِّي شَفَٰعَتُهُمۡ شَيۡـٔٗا ﴿ "Mengapa aku akan menyembah ilah-ilah selainNya? Jika Yang Maha Pemurah menghendaki kemudaratan terhadapku, niscaya syafa'at mereka tidak memberi manfaat sedikitpun bagi diriku," karena tidak ada seorang pun yang dapat memberikan syafa'at di sisi Allah kecuali berdasarkan izin dariNya, maka syafa'at mereka sama sekali tidak bermanfaat bagi mereka, ﴾ وَلَا يُنقِذُونِ ﴿ "dan mereka tidak pula dapat menyelamatkanku," yakni, dari bahaya (mudarat) yang Allah kehendaki menimpaku? ﴾ إِنِّيٓ إِذٗا ﴿ "Sesungguhnya aku kalau begitu," artinya, jika aku beribadah kepada sembahan-sembahan yang se-demikian rapuh sifat-sifatnya, ﴾ لَّفِي ضَلَٰلٖ مُّبِينٍ ﴿ "pasti (aku) berada dalam kesesatan yang nyata." Di dalam ungkapannya ini orang itu meng-kombinasikan antara pemberian nasihat kepada mereka, pemberian kesaksian kepada para rasul akan kerasulan dan hidayahnya dan pemberitaan akan dipastikannya ibadah hanya kepada Allah semata serta penyebutan dalil-dalil untuknya, dan bahwa sesungguhnya ibadah kepada selainNya adalah batil. Lalu ia menyebutkan argu-men-argumen terhadapnya, pemberitaan tentang kesesatan siapa saja yang menyembahnya dan maklumat tentang keimanannya secara terang-terangan, padahal ia sangat takut kalau mereka akan membunuhnya. Ia berkata, ﴾ إِنِّيٓ ءَامَنتُ بِرَبِّكُمۡ فَٱسۡمَعُونِ ﴿ "Sesungguhnya aku telah beriman kepada Rabbmu; maka dengarkanlah aku."