Ar-Room
This is a translation of Tafsīr as-Saʿdī as IslamHouse.com publishes it at saadi.islamenc.com, read from that site’s pages. The site does not say who translated it or which printed edition it follows, and states no terms for taking its text, so the right to show it is not verified. Nobody has compared it with a printed book, and no scholar has reviewed it. Each passage stands beside the verses it comments on, which are the Qur’ān text of Tanzil, shown as it is there; a verse the site gives no commentary of its own stands with the passage before it, and the index names each such verse. Sabīl did not write or translate any of it.
Text fromsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)taken 2026-10-22
قُلْ سِيرُوا۟ فِى ٱلْأَرْضِ فَٱنظُرُوا۟ كَيْفَ كَانَ عَـٰقِبَةُ ٱلَّذِينَ مِن قَبْلُ ۚ كَانَ أَكْثَرُهُم مُّشْرِكِينَ 42
(42) Perintah berjalan di bumi itu mencakup juga (perintah) berjalan dengan fisik dan berjalan dalam hati untuk memperhati-kan dan merenungkan kesudahan-kesudahan orang-orang terda-hulu (bahwa), ﴾ كَانَ أَكۡثَرُهُم مُّشۡرِكِينَ ﴿ "kebanyakan dari mereka itu adalah orang-orang musyrik," kalian menjumpai kesudahan mereka adalah seburuk-buruk kesudahan, akhir hidup mereka adalah seburuk-buruk akhir kehidupan, yaitu azab (yang telah membinasakan me-reka semua), celaan, kutukan dari makhluk Allah yang mengikuti mereka, dan kehinaan yang berlanjut. Maka waspadalah untuk tidak melakukan seperti perbuatan mereka, agar kalian tidak di-perlakukan sama dengan mereka. Karena sesungguhnya keadilan Allah dan kebijaksanaanNya selalu ada pada setiap waktu dan setiap tempat.