Skip to content
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Aal-i-Imraan
Sūrah 3

Aal-i-Imraan

This is a translation of Tafsīr as-Saʿdī as IslamHouse.com publishes it at saadi.islamenc.com, read from that site’s pages. The site does not say who translated it or which printed edition it follows, and states no terms for taking its text, so the right to show it is not verified. Nobody has compared it with a printed book, and no scholar has reviewed it. Each passage stands beside the verses it comments on, which are the Qur’ān text of Tanzil, shown as it is there; a verse the site gives no commentary of its own stands with the passage before it, and the index names each such verse. Sabīl did not write or translate any of it.

Text fromsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)taken 2026-10-22

Verses 96–97

إِنَّ أَوَّلَ بَيْتٍ وُضِعَ لِلنَّاسِ لَلَّذِى بِبَكَّةَ مُبَارَكًا وَهُدًى لِّلْعَـٰلَمِينَ 96 فِيهِ ءَايَـٰتٌۢ بَيِّنَـٰتٌ مَّقَامُ إِبْرَٰهِيمَ ۖ وَمَن دَخَلَهُۥ كَانَ ءَامِنًا ۗ وَلِلَّهِ عَلَى ٱلنَّاسِ حِجُّ ٱلْبَيْتِ مَنِ ٱسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا ۚ وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ ٱللَّهَ غَنِىٌّ عَنِ ٱلْعَـٰلَمِينَ 97

(96-97) Allah تعالى memberitakan tentang keagungan Bai-tullah al-Haram, dan bahwa Baitullah al-Haram itu adalah rumah yang pertama dibangun oleh Allah di bumi untuk beribadah kepadaNya dan menegakkan dzikir kepadaNya. Di dalamnya ada keberkahan, berbagai bentuk hidayah, berbagai macam kemasla-hatan dan manfaat yang begitu besar untuk alam semesta dan ke-utamaan yang melimpah. Di sana juga ada tanda-tanda yang jelas yang mengingatkan kepada maqam-maqam Ibrahim عليه السلام al-Khalil[5] dan perpindahannya dalam melaksanakan haji dan setelahnya, mengingatkan kepada maqam-maqam penghulu para Rasul dan pemimpin mereka, dan padanya ada ketenangan di mana seseorang bila memasukinya, niscaya dia akan merasa aman lagi tentram, serta beriman secara syariat maupun agama. Ketika Baitullah al-Haram mengandung segala kebaikan yang disebutkan secara umum ini dan akan banyak perincian-perincian-nya, maka Allah mewajibkan para hamba yang mukallaf yang mampu melakukan perjalanan kepadanya untuk menunaikan Haji. Yaitu orang-orang yang mampu sampai ke Baitullah dengan me-ngendarai kendaraan apa pun yang sesuai dengannya dan perbe-kalan yang harus disiapkannya. Karena itulah Allah berfirman dengan lafazh tersebut yang memungkinkannya untuk mengenda-rai segala bentuk kendaraan yang modern dan yang akan muncul di kemudian hari. Inilah ayat-ayat al-Qur`an, di mana hukum-hukumnya rele-van untuk setiap waktu dan setiap kondisi yang mana tanpanya suatu perkara tidak akan baik secara sempurna. Barangsiapa yang tunduk patuh kepadanya dan menunaikannya, maka dia termasuk di antara orang-orang yang diberi petunjuk lagi beriman. Dan ba-rangsiapa yang ingkar terhadapnya dan tidak menunaikan haji ke Baitullah, maka dia telah keluar dari agama. ﴾ وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ ٱللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ ٱلۡعَٰلَمِينَ ﴿ "Dan barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Mahakaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam."