Al-Qasas
This is a translation of Tafsīr as-Saʿdī as IslamHouse.com publishes it at saadi.islamenc.com, read from that site’s pages. The site does not say who translated it or which printed edition it follows, and states no terms for taking its text, so the right to show it is not verified. Nobody has compared it with a printed book, and no scholar has reviewed it. Each passage stands beside the verses it comments on, which are the Qur’ān text of Tanzil, shown as it is there; a verse the site gives no commentary of its own stands with the passage before it, and the index names each such verse. Sabīl did not write or translate any of it.
Text fromsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)taken 2026-10-22
فَإِن لَّمْ يَسْتَجِيبُوا۟ لَكَ فَٱعْلَمْ أَنَّمَا يَتَّبِعُونَ أَهْوَآءَهُمْ ۚ وَمَنْ أَضَلُّ مِمَّنِ ٱتَّبَعَ هَوَىٰهُ بِغَيْرِ هُدًى مِّنَ ٱللَّهِ ۚ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَهْدِى ٱلْقَوْمَ ٱلظَّـٰلِمِينَ 50
(50) ﴾ فَإِن لَّمۡ يَسۡتَجِيبُواْ لَكَ ﴿ "Maka jika mereka tidak menjawab (tan-tangan)mu," kemudian mereka tidak mampu mendatangkan satu kitab yang lebih lurus (utama) daripada Taurat dan al-Qur`an, ﴾ فَٱعۡلَمۡ أَنَّمَا يَتَّبِعُونَ أَهۡوَآءَهُمۡۚ ﴿ "maka ketahuilah bahwa mereka hanyalah meng-ikuti hawa nafsu mereka belaka," maksudnya, maka ketahuilah bahwa sesungguhnya mereka tidak mau mengikutimu bukan berarti mereka pergi kepada suatu kebenaran yang mereka ketahui atau kepada suatu petunjuk, karena sesungguhnya hal itu hanyalah menuruti hawa nafsu mereka. ﴾ وَمَنۡ أَضَلُّ مِمَّنِ ٱتَّبَعَ هَوَىٰهُ بِغَيۡرِ هُدٗى مِّنَ ٱللَّهِۚ ﴿ "Dan siapakah yang lebih sesat daripada orang yang mengikuti hawa nafsunya dengan tidak mendapat petunjuk dari Allah sedikit pun." Jadi, dia adalah orang yang paling sesat, karena ketika ditawarkan kepadanya petunjuk dan jalan yang lurus yang dapat mengantarkan kepada Allah dan kepada negeri kemuliaanNya (surga), dia tidak menghiraukannya dan tidak pula mendatanginya, sedangkan ketika dibujuk oleh hawa nafsunya untuk menelusuri jalan-jalan yang dapat menjerumuskan kepada kebinasaan dan kesengsaraan, maka dia pun mengikutinya dan meninggalkan petunjuk. Maka apakah ada seseorang yang lebih sesat daripada orang yang seperti itu karakternya? Akan tetapi, sesungguhnya kezhalimannya, sikap melampaui batas dan tidak ada kecintaan kepada kebenaran itulah yang sebenarnya telah membuatnya tetap berada pada kesesatannya dan tidak diberi pe-tunjuk oleh Allah. Maka dari itu Dia berfirman, ﴾ إِنَّ ٱللَّهَ لَا يَهۡدِي ٱلۡقَوۡمَ ٱلظَّٰلِمِينَ ﴿ "Sesung-guhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zhalim." Yaitu orang-orang yang kezhaliman telah menjadi karakternya, sikap keras kepala telah menjadi sifatnya. Petunjuk telah datang kepada mereka namun mereka menolaknya. Hawa nafsu mena-warkan diri kepada mereka lalu mereka mengikutinya. Mereka telah menutup rapat pintu-pintu dan jalan-jalan hidayah terhadap diri mereka, dan mereka membuka pintu-pintu dan jalan-jalan ke-sesatan untuk mereka. Maka mereka terombang-ambing di dalam kesesatan dan kezhaliman, dan mereka terseret-seret dalam keseng-saraan dan kebinasaan. Dan pada FirmanNya, ﴾ فَإِن لَّمۡ يَسۡتَجِيبُواْ لَكَ فَٱعۡلَمۡ أَنَّمَا يَتَّبِعُونَ أَهۡوَآءَهُمۡۚ ﴿ "Maka jika mereka tidak menjawab (tantanganmu) ketahuilah bahwa sesung-guhnya mereka hanyalah mengikuti hawa nafsu," ini sebuah dalil yang menunjukkan kepada (bukti) bahwa setiap orang yang tidak me-menuhi seruan rasul dan beralih kepada ajaran yang bertentangan dengan ajaran Rasul itu, maka sesungguhnya dia tidak beralih kepada petunjuk, melainkan beralih kepada hawa nafsu.