Skip to content
Tafsir As-Saadi - Indonesian · An-Naml
Sūrah 27

An-Naml

This is a translation of Tafsīr as-Saʿdī as IslamHouse.com publishes it at saadi.islamenc.com, read from that site’s pages. The site does not say who translated it or which printed edition it follows, and states no terms for taking its text, so the right to show it is not verified. Nobody has compared it with a printed book, and no scholar has reviewed it. Each passage stands beside the verses it comments on, which are the Qur’ān text of Tanzil, shown as it is there; a verse the site gives no commentary of its own stands with the passage before it, and the index names each such verse. Sabīl did not write or translate any of it.

Text fromsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)taken 2026-10-22

Verses 32–33

قَالَتْ يَـٰٓأَيُّهَا ٱلْمَلَؤُا۟ أَفْتُونِى فِىٓ أَمْرِى مَا كُنتُ قَاطِعَةً أَمْرًا حَتَّىٰ تَشْهَدُونِ 32 قَالُوا۟ نَحْنُ أُو۟لُوا۟ قُوَّةٍ وَأُو۟لُوا۟ بَأْسٍ شَدِيدٍ وَٱلْأَمْرُ إِلَيْكِ فَٱنظُرِى مَاذَا تَأْمُرِينَ 33

(32-33) Di antara hal yang menunjukkan ketegasan dan kematangan akal si ratu itu adalah dia segera mengumpulkan para tokoh kerajaannya dan para pembesar negaranya, lalu berkata, ﴾ يَٰٓأَيُّهَا ٱلۡمَلَؤُاْ أَفۡتُونِي فِيٓ أَمۡرِي ﴿ "Hai para pembesar, berilah aku pertimbangan dalam urusanku (ini)." Maksudnya, sampaikan kepadaku apa yang akan kita jawabkan kepadanya?! Apakah kita masuk saja pada kekuasa-annya, kita tunduk, atau apa yang harus kita lakukan?! ﴾ مَا كُنتُ قَاطِعَةً أَمۡرًا حَتَّىٰ تَشۡهَدُونِ ﴿ "Aku tidak pernah memutuskan sesuatu persoalan sehingga kalian hadir dalam majelisku." Maksudnya, aku sekali-kali tidak bersikap diktator dalam suatu perkara tanpa melibatkan pendapat dan musyawarah kalian. ﴾ قَالُواْ نَحۡنُ أُوْلُواْ قُوَّةٖ وَأُوْلُواْ بَأۡسٖ شَدِيدٖ ﴿ "Mereka menjawab, 'Kita adalah orang-orang yang memiliki kekuatan dan (juga) memiliki keberanian yang sangat'," maksudnya, kalau engkau menolak perka-taannya dan engkau tidak mau tunduk kepadanya, maka sesung-guhnya kami adalah orang-orang yang kuat dalam peperangan. Nampaknya mereka lebih condong kepada pendapat yang terakhir ini yang kalau saja terjadi, maka ia akan menjadi kebinasaan me-reka. Akan tetapi mereka juga tidak begitu mantap padanya, maka mereka mengatakan, ﴾ وَٱلۡأَمۡرُ إِلَيۡكِ ﴿ "Dan keputusan berada di tanganmu," maksudnya, keputusannya adalah keputusanmu. Hal ini disebab-kan mereka tahu kecerdasan akalnya, ketegasannya dan ketulusan-nya kepada mereka. ﴾ فَٱنظُرِي ﴿ "Maka pertimbangkanlah," dengan per-timbangan akal pikiran, ﴾ مَاذَا تَأۡمُرِينَ ﴿ "apa yang akan kamu perintahkan."