Ash-Shu'araa
This is a translation of Tafsīr as-Saʿdī as IslamHouse.com publishes it at saadi.islamenc.com, read from that site’s pages. The site does not say who translated it or which printed edition it follows, and states no terms for taking its text, so the right to show it is not verified. Nobody has compared it with a printed book, and no scholar has reviewed it. Each passage stands beside the verses it comments on, which are the Qur’ān text of Tanzil, shown as it is there; a verse the site gives no commentary of its own stands with the passage before it, and the index names each such verse. Sabīl did not write or translate any of it.
Text fromsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)taken 2026-10-22
قَالَ ءَامَنتُمْ لَهُۥ قَبْلَ أَنْ ءَاذَنَ لَكُمْ ۖ إِنَّهُۥ لَكَبِيرُكُمُ ٱلَّذِى عَلَّمَكُمُ ٱلسِّحْرَ فَلَسَوْفَ تَعْلَمُونَ ۚ لَأُقَطِّعَنَّ أَيْدِيَكُمْ وَأَرْجُلَكُم مِّنْ خِلَـٰفٍ وَلَأُصَلِّبَنَّكُمْ أَجْمَعِينَ 49 قَالُوا۟ لَا ضَيْرَ ۖ إِنَّآ إِلَىٰ رَبِّنَا مُنقَلِبُونَ 50 إِنَّا نَطْمَعُ أَن يَغْفِرَ لَنَا رَبُّنَا خَطَـٰيَـٰنَآ أَن كُنَّآ أَوَّلَ ٱلْمُؤْمِنِينَ 51
(49-51) Akan tetapi Fir'aun menolak, melainkan dia makin bertambah congkak dan sesat, bersikukuh di dalam kesesatannya dan keras kepala. Maka dari itu, dia berkata kepada para ahli sihir, ﴾ ءَامَنتُمۡ لَهُۥ قَبۡلَ أَنۡ ءَاذَنَ لَكُمۡۖ ﴿ "Apakah kamu sekalian beriman kepada Musa se-belum aku memberi izin kepadamu." Dia heran dan membuat kaumnya terheran-heran atas kelancangan para ahli sihir itu terhadapnya dan kelancangan mereka untuk beriman tanpa seizin darinya dan tanpa permusyawaratannya. ﴾ إِنَّهُۥ لَكَبِيرُكُمُ ٱلَّذِي عَلَّمَكُمُ ٱلسِّحۡرَ ﴿ "Sesungguh-nya dia benar-benar pemimpinmu yang mengajarkan sihir kepadamu." Demikianlah, padahal dialah yang telah mengumpulkan para ahli sihir, dan para pembesarnya yang telah mengusulkan kepadanya untuk mengumpulkan mereka dari seluruh penjuru negeri. Semen-tara mereka mengetahui bahwa mereka sama sekali tidak pernah berkumpul dengan Musa dan tidak pernah melihatnya sebelumnya, dan bahwa mereka telah membawa sihir yang telah menyulap pan-dangan mata orang-orang yang melihatnya dan membuat mereka terlena. Akhirnya ucapan (Fir'aun itu) tersebar di tengah-tengah mereka, yang mereka sendiri sudah mengetahui kebatilannya. Maka tidak aneh bagi orang-orang yang berakal ini kalau mereka tidak beriman kepada kebenaran yang sudah sangat jelas dan ayat-ayat yang luar biasa ini. Sebab, kalau sekiranya Fir'aun berkata kepada mereka tentang apa yang telah terjadi, dan bahwasanya ia benar-benar berlawanan dengan yang hakikatnya, niscaya mereka membenarkannya. Kemudian Fir'aun mengancam para ahli sihir, seraya berkata, ﴾ لَأُقَطِّعَنَّ أَيۡدِيَكُمۡ وَأَرۡجُلَكُم مِّنۡ خِلَٰفٖ ﴿ "Sungguh aku akan memotong tanganmu dan kakimu dengan bersilangan." Maksudnya, tangan kanan dan kaki kiri yang dipotong, sebagaimana diberlakukan kepada orang yang membuat kerusakan di muka bumi ini, ﴾ وَلَأُصَلِّبَنَّكُمۡ أَجۡمَعِينَ ﴿ "dan aku akan menyalibmu semuanya," agar kalian menjadi hina dan nista. Lalu para ahli sihir itu berkata setelah merasakan manis dan lezat-nya iman, ﴾ لَا ضَيۡرَۖ ﴿ "Tidak ada kemudaratan." Maksudnya, kami tidak peduli terhadap apa yang engkau ancamkan terhadap kami, ﴾ إِنَّآ إِلَىٰ رَبِّنَا مُنقَلِبُونَ 50 إِنَّا نَطۡمَعُ أَن يَغۡفِرَ لَنَا رَبُّنَا خَطَٰيَٰنَآ ﴿ "sesungguhnya kami akan kembali kepada Rabb kami, sesungguhnya kami amat menginginkan bahwa Rabb kami akan mengampuni kesalahan kami," berupa kekafiran, sihir dan lain-lain, ﴾ أَن كُنَّآ أَوَّلَ ٱلۡمُؤۡمِنِينَ ﴿ "karena kami adalah orang-orang yang per-tama-tama beriman," kepada Musa daripada para pasukan tentara itu. Maka Allah membuat mereka berpendirian teguh dan sabar. Bisa jadi Fir'aun betul-betul telah melaksanakan apa yang diancam-kannya [terhadap mereka] saat itu karena kekuasaan dan kemam-puannya di saat itu masih dominan, dan ada kemungkinan (juga) Allah telah membuatnya tidak bisa melakukan ancaman tersebut.