Ash-Shu'araa
This is a translation of Tafsīr as-Saʿdī as IslamHouse.com publishes it at saadi.islamenc.com, read from that site’s pages. The site does not say who translated it or which printed edition it follows, and states no terms for taking its text, so the right to show it is not verified. Nobody has compared it with a printed book, and no scholar has reviewed it. Each passage stands beside the verses it comments on, which are the Qur’ān text of Tanzil, shown as it is there; a verse the site gives no commentary of its own stands with the passage before it, and the index names each such verse. Sabīl did not write or translate any of it.
Text fromsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)taken 2026-10-22
طسٓمٓ 1 تِلْكَ ءَايَـٰتُ ٱلْكِتَـٰبِ ٱلْمُبِينِ 2
(1-2) Allah Sang Pencipta mengisyaratkan kepada suatu isyarat yang menunjukkan betapa agungnya ayat-ayat al-Kitab al-Mubin (al-Qur`an) yang sangat jelas yang menunjukkan kepada seluruh tuntutan-tuntutan ilahi dan maqashid syar'iyyah, sehingga tidak ada sedikit pun keraguan bagi orang yang mengamatinya, dan tidak ada syubhat tentang apa yang diberitakanNya atau di-putuskanNya karena kejelasan penunjukannya (wudhuh ad-Dalalah) terhadap makna-makna termulia dan keterkaitan hukum-hukum dengan hikmahnya dan ketertautannya dengan korelasinya. Rasu-lullah a memperingatkan manusia dengannya, dan dengannya pula beliau menunjukkan (mereka) kepada jalan yang lurus, sehingga banyak hamba-hamba Allah yang bertakwa mendapat petunjuk, sedangkan orang yang telah ditetapkan binasa berpaling darinya, sehingga membuat Rasulullah a sangat pilu dan sedih karena mereka tidak beriman, karena kesungguhan beliau kepada kebaikan mereka dan ketulusannya terhadap mereka.