Al-Muminoon
This is a translation of Tafsīr as-Saʿdī as IslamHouse.com publishes it at saadi.islamenc.com, read from that site’s pages. The site does not say who translated it or which printed edition it follows, and states no terms for taking its text, so the right to show it is not verified. Nobody has compared it with a printed book, and no scholar has reviewed it. Each passage stands beside the verses it comments on, which are the Qur’ān text of Tanzil, shown as it is there; a verse the site gives no commentary of its own stands with the passage before it, and the index names each such verse. Sabīl did not write or translate any of it.
Text fromsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)taken 2026-10-22
قَالَ ٱخْسَـُٔوا۟ فِيهَا وَلَا تُكَلِّمُونِ 108
(108) Allah berfirman untuk menjawab permintaan me-reka, ﴾ ٱخۡسَـُٔواْ فِيهَا وَلَا تُكَلِّمُونِ ﴿ "Tinggallah dengan hina di dalamnya, dan janganlah kamu berbicara dengan Aku." Ucapan ini –semoga Allah memberikan kita sekalian keselamatan dari neraka– merupakan perkataan yang paling berat secara mutlak yang didengar oleh orang-orang yang telah berbuat jahat untuk meluluhlantakkan harapan dan memburuk-burukkan mereka, menghinakan dan membuat rugi dan memutuskan asa mereka dari setiap kebaikan, dan merupakan kabar gembira datangnya setiap kejelekan. Per-kataan dan kemarahan dari Rabb Yang Maha Penyayang menjadi perkataan paling berat bagi mereka dan paling membekas untuk menyiksa mereka di azab Neraka Jahim.