Skip to content
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Al-Anbiyaa
Sūrah 21

Al-Anbiyaa

This is a translation of Tafsīr as-Saʿdī as IslamHouse.com publishes it at saadi.islamenc.com, read from that site’s pages. The site does not say who translated it or which printed edition it follows, and states no terms for taking its text, so the right to show it is not verified. Nobody has compared it with a printed book, and no scholar has reviewed it. Each passage stands beside the verses it comments on, which are the Qur’ān text of Tanzil, shown as it is there; a verse the site gives no commentary of its own stands with the passage before it, and the index names each such verse. Sabīl did not write or translate any of it.

Text fromsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)taken 2026-10-22

Verse 90

فَٱسْتَجَبْنَا لَهُۥ وَوَهَبْنَا لَهُۥ يَحْيَىٰ وَأَصْلَحْنَا لَهُۥ زَوْجَهُۥٓ ۚ إِنَّهُمْ كَانُوا۟ يُسَـٰرِعُونَ فِى ٱلْخَيْرَٰتِ وَيَدْعُونَنَا رَغَبًا وَرَهَبًا ۖ وَكَانُوا۟ لَنَا خَـٰشِعِينَ 90

(90) ﴾ فَٱسۡتَجَبۡنَا لَهُۥ وَوَهَبۡنَا لَهُۥ يَحۡيَىٰ ﴿ "Maka Kami memperkenankan doanya, dan Kami anugerahkan kepadanya Yahya," yaitu nabi yang mulia yang mana Allah belum pernah menjadikan nama serupa sebelumnya, ﴾ وَأَصۡلَحۡنَا لَهُۥ زَوۡجَهُۥٓۚ ﴿ "dan Kami jadikan istrinya dapat mengandung," yang sebelumnya mengalami kemandulan, rahimnya tidak layak untuk melahirkan anak. Selanjutnya, Allah memper-baiki keadaan rahimnya agar layak untuk mengandung demi nabi-Nya, Zakariya. Ini termasuk (perkara yang menunjukkan) manfaat partner yang baik dan teman yang shalih, serta diberkahi pasangan-nya. Sehingga Yahya menjadi hasil baik milik dua orang tuanya. Setelah Allah menceritakan tentang para nabi dan rasul yang diutus secara terpisah, selanjutnya Allah memuji mereka secara keseluruhan, ﴾ إِنَّهُمۡ كَانُواْ يُسَٰرِعُونَ فِي ٱلۡخَيۡرَٰتِ ﴿ "Sesungguhnya mereka adalah orang-orang yang selalu bersegera dalam (mengerjakan) perbuatan-perbuatan yang baik," maksudnya bersegera mengerjakannya, me-laksanakannya pada waktu-waktunya yang utama, menyempur-nakannya dengan cara yang sepatutnya. Mereka tidak pernah meninggalkan sebuah amalan baik yang dapat mereka kerjakan melainkan (pasti) mereka memanfaatkan kesempatan untuk me-ngerjakannya ﴾ وَيَدۡعُونَنَا رَغَبٗا وَرَهَبٗاۖ ﴿ "dan mereka berdoa kepada Kami dengan harap dan cemas," maksudnya memohon kepada Kami hal-hal yang mereka inginkan berupa kebaikan-kebaikan duniawi dan ukhrawi, meminta perlindungan kepada Kami dari perkara-perkara yang menakutkan yang berbahaya di dunia dan akhirat. Mereka dalam keadaan berharap dan [merasa cemas], bukan lalai atau malah bermain-main serta tidak berpangku tangan. ﴾ وَكَانُواْ لَنَا خَٰشِعِينَ 90 ﴿ "Dan mereka adalah orang-orang yang khusyu' kepada Kami," tunduk, merasa hina diri, lagi memohon. Hal ini lantaran kesempurnaan ma'rifah (ilmu) mereka mengenai Allah.