Skip to content
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Al-Anbiyaa
Sūrah 21

Al-Anbiyaa

This is a translation of Tafsīr as-Saʿdī as IslamHouse.com publishes it at saadi.islamenc.com, read from that site’s pages. The site does not say who translated it or which printed edition it follows, and states no terms for taking its text, so the right to show it is not verified. Nobody has compared it with a printed book, and no scholar has reviewed it. Each passage stands beside the verses it comments on, which are the Qur’ān text of Tanzil, shown as it is there; a verse the site gives no commentary of its own stands with the passage before it, and the index names each such verse. Sabīl did not write or translate any of it.

Text fromsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)taken 2026-10-22

Verse 63

قَالَ بَلْ فَعَلَهُۥ كَبِيرُهُمْ هَـٰذَا فَسْـَٔلُوهُمْ إِن كَانُوا۟ يَنطِقُونَ 63

(63) Ibrahim menjawabnya dengan disaksikan orang-orang, ﴾ بَلۡ فَعَلَهُۥ كَبِيرُهُمۡ هَٰذَا ﴿ "Sebenarnya patung besar itulah yang melakukan-nya," maksudnya, dialah yang menghancurkannya, lantaran murka kepadanya ketika masih ada sesembahan (kecil) yang disembah selainnya. Ia ingin agar ibadah kalian khusus untuk patung kalian yang paling besar. Perkataan ini muncul dari Ibrahim. Tujuannya, untuk memojokkan lawan bicara ke sesuatu yang diinginkan dan untuk menegakkan hujjah di hadapannya. Oleh karena itu, dia berkata, ﴾ فَسۡـَٔلُوهُمۡ إِن كَانُواْ يَنطِقُونَ 63 ﴿ "Maka tanyakanlah kepada berhala itu, jika mereka dapat berbicara," yang beliau maksud ialah patung-patung yang sudah berkeping-keping. Tanyalah mereka, kenapa dipecahkan berkeping-keping? Dan kepada patung yang tidak hancur, tanyalah kenapa ia menghancurkannya? Bila mampu bicara, pasti akan menjawab pertanyaan kalian. Namun, saya dan kalian serta setiap orang mengetahui bahwa mereka itu tidak dapat berbicara, tidak berkata-kata, tidak mampu memberikan keman-faatan ataupun tidak pula dapat mendatangkan malapetaka. Bahkan tidak berkutik untuk menolong dirinya sendiri dari orang yang menimpakan gangguan padanya.