Taa-Haa
This is a translation of Tafsīr as-Saʿdī as IslamHouse.com publishes it at saadi.islamenc.com, read from that site’s pages. The site does not say who translated it or which printed edition it follows, and states no terms for taking its text, so the right to show it is not verified. Nobody has compared it with a printed book, and no scholar has reviewed it. Each passage stands beside the verses it comments on, which are the Qur’ān text of Tanzil, shown as it is there; a verse the site gives no commentary of its own stands with the passage before it, and the index names each such verse. Sabīl did not write or translate any of it.
Text fromsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)taken 2026-10-22
أَفَلَا يَرَوْنَ أَلَّا يَرْجِعُ إِلَيْهِمْ قَوْلًا وَلَا يَمْلِكُ لَهُمْ ضَرًّا وَلَا نَفْعًا 89
(89) Ini termasuk gambaran kedunguan dan kedangkalan akal mereka. (Yaitu) mereka telah menyaksikan benda asing yang menjelma bersuara, padahal sebelumnya merupakan benda mati. Mereka pun menyangka bahwa ia adalah sesembahan yang berhak disembah di bumi dan langit. Apakah mereka tidak memperhati-kan bahwa patung anak lembu itu ﴾ يَرۡجِعُ إِلَيۡهِمۡ قَوۡلٗا ﴿ "tidak dapat memberi jawaban kepada mereka," maksudnya tidak bisa berbicara, yang bisa menjawab mereka, dan mereka pun bisa berkomunikasi dengan-nya ﴾ وَلَا يَمۡلِكُ لَهُمۡ ضَرّٗا وَلَا نَفۡعٗا 89 ﴿ "dan tidak dapat memberi kemudharatan kepada mereka, dan tidak (pula) kemanfaatan," barang yang kosong dari aspek kesempurnaan, kemampuan berbicara dan berbuat tidaklah berhak untuk disembah. Tingkatannya lebih rendah daripada para penyembahnya. Mereka dapat berkomunikasi, mampu melakukan banyak hal, berupa mendatangkan kemanfaatan dan menolak bahaya (dari diri mereka) dengan takdir Allah.