Skip to content
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Taa-Haa
Sūrah 20

Taa-Haa

This is a translation of Tafsīr as-Saʿdī as IslamHouse.com publishes it at saadi.islamenc.com, read from that site’s pages. The site does not say who translated it or which printed edition it follows, and states no terms for taking its text, so the right to show it is not verified. Nobody has compared it with a printed book, and no scholar has reviewed it. Each passage stands beside the verses it comments on, which are the Qur’ān text of Tanzil, shown as it is there; a verse the site gives no commentary of its own stands with the passage before it, and the index names each such verse. Sabīl did not write or translate any of it.

Text fromsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)taken 2026-10-22

Verse 135

قُلْ كُلٌّ مُّتَرَبِّصٌ فَتَرَبَّصُوا۟ ۖ فَسَتَعْلَمُونَ مَنْ أَصْحَـٰبُ ٱلصِّرَٰطِ ٱلسَّوِىِّ وَمَنِ ٱهْتَدَىٰ 135

(135) ﴾ قُلۡ ﴿ "Katakanlah," wahai Muhammad, untuk me-nyampaikan pembicaraan kepada orang-orang yang mendustakan dirimu, yang mengatakan, "Kalian nantikanlah kematiannya." ﴾ قُلۡ كُلّٞ مُّتَرَبِّصٞ ﴿ "Katakanlah, 'Masing-masing (kita) menanti'," maka kalian nantikanlah kematianku, dan aku menantikan kalian diazab. ﴾ قُلۡ هَلۡ تَرَبَّصُونَ بِنَآ إِلَّآ إِحۡدَى ٱلۡحُسۡنَيَيۡنِۖ ﴿ "Katakanlah, 'Tidak ada yang kamu tunggu-tunggu bagi kami kecuali salah satu dari dua kebaikan'." (At-Taubah: 52), yaitu kemenangan atau kematian syahid. Kami menunggu Allah menimpakan siksa dari sisiNya (kepada kalian) atau melalui tangan-tangan kami. ﴾ فَتَرَبَّصُواْۖ فَسَتَعۡلَمُونَ مَنۡ أَصۡحَٰبُ ٱلصِّرَٰطِ ٱلسَّوِيِّ ﴿ "Maka kalian nantikanlah! Maka kamu kelak akan mengetahui, siapa yang menempuh jalan yang lurus," jalan yang lurus dan benar ﴾ وَمَنِ ٱهۡتَدَىٰ 135 ﴿ "dan siapa yang telah membawa petunjuk," dengan menempuhnya, sayakah atau kalian. Sesungguhnya pemilik jalan lurus itulah yang menang, mendapatkan petunjuk, selamat lagi beruntung. Dan siapa yang berbelok darinya, niscaya dia merugi, gagal lagi tersiksa. Dan sung-guh telah diketahui bahwa Rasulullah itulah insan yang bersifat seperti itu. Sementara para musuh beliau, tidak demikian. Wallahu a'lam.