Al-Baqara
This is a translation of Tafsīr as-Saʿdī as IslamHouse.com publishes it at saadi.islamenc.com, read from that site’s pages. The site does not say who translated it or which printed edition it follows, and states no terms for taking its text, so the right to show it is not verified. Nobody has compared it with a printed book, and no scholar has reviewed it. Each passage stands beside the verses it comments on, which are the Qur’ān text of Tanzil, shown as it is there; a verse the site gives no commentary of its own stands with the passage before it, and the index names each such verse. Sabīl did not write or translate any of it.
Text fromsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)taken 2026-10-22
ءَامَنَ ٱلرَّسُولُ بِمَآ أُنزِلَ إِلَيْهِ مِن رَّبِّهِۦ وَٱلْمُؤْمِنُونَ ۚ كُلٌّ ءَامَنَ بِٱللَّهِ وَمَلَـٰٓئِكَتِهِۦ وَكُتُبِهِۦ وَرُسُلِهِۦ لَا نُفَرِّقُ بَيْنَ أَحَدٍ مِّن رُّسُلِهِۦ ۚ وَقَالُوا۟ سَمِعْنَا وَأَطَعْنَا ۖ غُفْرَانَكَ رَبَّنَا وَإِلَيْكَ ٱلْمَصِيرُ 285 لَا يُكَلِّفُ ٱللَّهُ نَفْسًا إِلَّا وُسْعَهَا ۚ لَهَا مَا كَسَبَتْ وَعَلَيْهَا مَا ٱكْتَسَبَتْ ۗ رَبَّنَا لَا تُؤَاخِذْنَآ إِن نَّسِينَآ أَوْ أَخْطَأْنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تَحْمِلْ عَلَيْنَآ إِصْرًا كَمَا حَمَلْتَهُۥ عَلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبْلِنَا ۚ رَبَّنَا وَلَا تُحَمِّلْنَا مَا لَا طَاقَةَ لَنَا بِهِۦ ۖ وَٱعْفُ عَنَّا وَٱغْفِرْ لَنَا وَٱرْحَمْنَآ ۚ أَنتَ مَوْلَىٰنَا فَٱنصُرْنَا عَلَى ٱلْقَوْمِ ٱلْكَـٰفِرِينَ 286
(285-286) Terdapat riwayat shahih dari Nabi ﷺ bahwa barangsiapa yang membaca dua ayat ini pada malam hari, maka itu cukuplah baginya,[35] yakni dari segala kejahatan (keburukan). Hal itu karena kedua ayat ini meliputi makna-makna yang agung. Allah تعالى telah memerintahkan manusia dalam awal surat ini untuk beriman dengan segala pokok-pokok dalam FirmanNya, ﴾ قُولُوٓاْ ءَامَنَّا بِٱللَّهِ وَمَآ أُنزِلَ إِلَيۡنَا ﴿ "Katakanlah (hai orang-orang Mukmin), 'Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami'." (Al-Baqarah: 136). Allah mengabarkan dalam ayat ini bahwasanya Rasulullah ﷺ dan orang-orang yang bersamanya dari kaum Mukminin telah beriman kepada pokok-pokok yang agung ini; kepada seluruh Rasul dan seluruh kitab-kitab, dan mereka tidak melakukan seperti perbuatan orang-orang yang beriman dengan sebagian dan meng-ingkari sebagian lainnya, seperti kondisi orang-orang yang menyim-pang dari pemeluk-pemeluk agama lain yang tersesat. Dirangkai-nya secara urut kaum Mukminin dengan Rasulullah ﷺ dan disebut-nya mereka semua dengan satu kabar saja, merupakan kemuliaan yang besar bagi kaum Mukminin. Ayat ini juga menunjukkan bahwa Rasulullah ﷺ sama dengan umatnya dalam hal sebagai sasaran perintah syar'i, pelaksanaan beliau yang sempurna dan bahwasanya beliau itu lebih tinggi dari kaum Mukminin -bahkan lebih tinggi dari seluruh Rasul- dalam pelaksanaan keimanan dan hak-haknya. Dan FirmanNya, ﴾ وَقَالُواْ سَمِعۡنَا وَأَطَعۡنَاۖ ﴿ "Dan mereka mengatakan, 'Kami dengar dan kami taat'." Konsistensi kaum Mukminin ini adalah umum terhadap semua yang dibawa oleh Nabi ﷺ dari al-Qur`an dan as-Sunnah. Dan bahwasanya mereka mendengar beliau dengan maksud penerimaan, ketundukan, dan kepatuhan. Kandungan dari itu adalah penghambaan mereka terhadap Allah dalam rangka memohon pertolongan untuk melaksanakannya dan bahwasanya Allah mengampuni mereka atas kelalaian mereka dari kewajiban-kewajiban dan apa yang mereka kerjakan dari hal-hal yang diha-ramkan. Mereka juga menghambakan diri kepada Allah dalam doa-doa yang penuh manfaat tersebut, dan Allah تعالى telah memenuhi doa mereka melewati lisan Nabi mereka ﷺ yang bersabda (dalam sebuah hadits Qudsi), قَدْ فَعَلْتُ. "Sungguh Aku telah melakukannya."[36] Doa-doa ini akan diterima dari seluruh kaum Mukminin secara pasti, dan juga dari pribadi-pribadi mereka apabila tidak ada penghalang dari hal itu pada pribadi-pribadi tersebut. Hal itu bahwa Allah menggugurkan siksaan mereka dari kesalahan dan kelupaan, dan bahwa Allah memudahkan bagi mereka syariat-syariatNya dengan sangat mudah, di mana Allah tidak memberat-kan mereka dengan kesulitan, beban-beban, dan tambahan-tam-bahan seperti yang diberikan kepada orang-orang sebelum mereka. Allah tidak memberatkan mereka melebihi dari kemampuan me-reka. Allah juga telah mengampuni mereka, merahmati, dan mem-bela mereka dari orang-orang kafir. Maka kita memohon kepada Allah تعالى dengan nama-namaNya dan sifat-sifatNya dan dengan segala yang dikaruniakannya kepada kita berupa sikap konsisten kita kepada agamaNya agar Dia merealisasikan hal itu buat kita dan agar Allah membuktikan kepada kita dari apa yang telah Dia janjikan kepada kita melewati lisan NabiNya, dan agar Dia mem-perbaiki kondisi kaum Mukminin. Dari hal ini dapat diambil kaidah "kemudahan dan tidak ada-nya rasa sungkan (sulit) dalam seluruh perkara-perkara Agama," dan kaidah "ampunan dari kelupaan dan kesalahan dalam perkara ibadah dan terhadap hak-hak Allah تعالى dan demikian juga terhadap hak-hak makhluk dari segi menggugurkan dosa dan tidak men-dapat celaan." Adapun wajibnya menjamin kerusakan-kerusakan yang terjadi atas dasar ketidaksengajaan dan kelalaian terhadap jiwa dan harta, maka sesungguhnya hal itu diakibatkan tindakan pengrusakan tanpa hak, yang disengaja ataupun tidak, atau dika-renakan kelalaian. Selesai tafsir Surat al-Baqarah, segala puji dan sanjungan hanya bagi Allah تعالى, dan shalawat dan salam semoga tercurahkan kepada Nabi Muhammad ﷺ.