Al-Kahf
This is a translation of Tafsīr as-Saʿdī as IslamHouse.com publishes it at saadi.islamenc.com, read from that site’s pages. The site does not say who translated it or which printed edition it follows, and states no terms for taking its text, so the right to show it is not verified. Nobody has compared it with a printed book, and no scholar has reviewed it. Each passage stands beside the verses it comments on, which are the Qur’ān text of Tanzil, shown as it is there; a verse the site gives no commentary of its own stands with the passage before it, and the index names each such verse. Sabīl did not write or translate any of it.
Text fromsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)taken 2026-10-22
وَلَوْلَآ إِذْ دَخَلْتَ جَنَّتَكَ قُلْتَ مَا شَآءَ ٱللَّهُ لَا قُوَّةَ إِلَّا بِٱللَّهِ ۚ إِن تَرَنِ أَنَا۠ أَقَلَّ مِنكَ مَالًا وَوَلَدًا 39
Kemudian, dia mengabarkan bahwa nikmat Allah kepadanya berupa keimanan dan Islam, sekalipun harta dan anaknya sedikit, sesungguhnya merupakan kenikmatan yang sebenarnya. Adapun kenikmatan selain itu, akan terancam musnah dan hukuman serta siksaan terhadapnya. Dia berkata,
(39) Sahabat yang beriman berkata kepada kawannya yang kafir, "Engkau, sekalipun membanggakan diri di depanku dengan harta dan anakmu yang banyak, dan kamu melihatku ﴾ أَقَلَّ مِنكَ مَالٗا وَوَلَدٗا 39 ﴿ "lebih sedikit darimu dalam hal harta dan keturunan," sesung-guhnya sesuatu yang ada di sisi Allah lebih baik dan lebih kekal, apa yang diharapkan dari kebaikan dan curahan kebajikanNya lebih utama daripada seluruh (kenikmatan) dunia yang mana orang-orang berlomba-lomba di dalamnya.