Skip to content
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Al-Kahf
Sūrah 18

Al-Kahf

This is a translation of Tafsīr as-Saʿdī as IslamHouse.com publishes it at saadi.islamenc.com, read from that site’s pages. The site does not say who translated it or which printed edition it follows, and states no terms for taking its text, so the right to show it is not verified. Nobody has compared it with a printed book, and no scholar has reviewed it. Each passage stands beside the verses it comments on, which are the Qur’ān text of Tanzil, shown as it is there; a verse the site gives no commentary of its own stands with the passage before it, and the index names each such verse. Sabīl did not write or translate any of it.

Text fromsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)taken 2026-10-22

Verse 21

وَكَذَٰلِكَ أَعْثَرْنَا عَلَيْهِمْ لِيَعْلَمُوٓا۟ أَنَّ وَعْدَ ٱللَّهِ حَقٌّ وَأَنَّ ٱلسَّاعَةَ لَا رَيْبَ فِيهَآ إِذْ يَتَنَـٰزَعُونَ بَيْنَهُمْ أَمْرَهُمْ ۖ فَقَالُوا۟ ٱبْنُوا۟ عَلَيْهِم بُنْيَـٰنًا ۖ رَّبُّهُمْ أَعْلَمُ بِهِمْ ۚ قَالَ ٱلَّذِينَ غَلَبُوا۟ عَلَىٰٓ أَمْرِهِمْ لَنَتَّخِذَنَّ عَلَيْهِم مَّسْجِدًا 21

(21) Allah تعالى mengabarkan bahwasanya Dia memperlihat-kan kepada manusia keadaan Ashhabul Kahfi. Kejadian itu –wallahu a'lam- setelah mereka terjaga dan mengutus salah seorang di antara mereka untuk membeli makanan. Mereka memerintahkannya agar menyamar dan merahasiakan (perkara mereka). Maka, Allah ber-kehendak terhadap suatu kejadian yang berisi kemaslahatan bagi orang-orang dan tambahan pahala untuk mereka. Yaitu, ketika orang-orang menyaksikan salah satu tanda kebesaran Allah pada mereka (Ashhabul Kahfi) dengan mata kepala mereka bahwa janji Allah benar-benar ada, tidak ada syak dan keraguan padanya, tidak (pula) ada unsur kemustahilan setelah mereka dahulu berselisih paham tentang urusan para pemuda itu. Sebagian mengakui janji Allah dan Hari Pembalasan. Sebagian lain meniadakannya. Kemu-dian Allah menjadikan kisah Ashhabul Kahfi kepada mereka sebagai tambahan ilmu dan keyakinan bagi kaum Mukminin dan hujjah (penggugat) bagi orang-orang yang menentang. Lalu jadilah pahala dalam perkara ini untuk mereka. Selanjutnya, Allah mempopuler-kan perihal mereka dan mengangkat kedudukan mereka sehingga orang yang mengetahui tentang mereka melakukan "pengagungan". Mereka mengatakan, ﴾ ٱبۡنُواْ عَلَيۡهِم بُنۡيَٰنٗاۖ ﴿ "Dirikanlah sebuah bangunan di atas (gua) mereka." Allah lebih mengetahui keadaan mereka dan tem-pat mereka kembali! Berkatalah orang yang berkuasa atas urusan mereka, yaitu orang-orang yang memegang wewenang urusan, ﴾ لَنَتَّخِذَنَّ عَلَيۡهِم مَّسۡجِدٗا 21 ﴿ "Sesungguhnya kami akan mendirikan se-buah rumah ibadah di atasnya," maksudnya kami beribadah kepada Allah تعالى di dalamnya dan mengingat-ingat mereka serta peristiwa yang terjadi pada mereka. Perbuatan ini merupakan sebuah larangan, Nabi telah melarangnya[24] dan mencela para pelakunya, bukan ber-arti penyebutannya di sini tidak menunjukkan celaan terhadapnya (rencana pembangunan masjid di atas kubur mereka), karena kon-teks pembahasan ini tentang Ashhabul Kahfi dan pujian untuk mereka, dan (alasan kedua) bahwa pengagungan (bagi) Ashhabul Kahfi sampai pada level di mana orang-orang mengatakan, "Dirikanlah sebuah rumah peribadatan di atasnya," setelah ketakutan Ashhabul Kahfi yang dahsyat terhadap kaumnya dan sikap kehati-hatian mereka dari deteksi terhadap keberadaan mereka hingga keadaan berubah pada tingkatan yang Anda lihat. Pada kisah ini terdapat dalil bahwasanya orang yang lari me-nyelamatkan agamanya dari fitnah-fitnah, niscaya Allah akan me-nyelamatkannya, dan bahwa orang yang bersungguh-sungguh men-cari keselamatan, niscaya Allah akan menyelamatkannya, dan bahwa orang yang berlindung kepada Allah, niscaya Allah akan melindungi-nya dan menjadikannya sebagai sumber hidayah bagi orang lain. Barangsiapa memikul kehinaan di jalan Allah dan mencari keridha-anNya, niscaya kesudahan urusannya adalah kemuliaan yang agung dari arah yang tidak dia sangka. Dan apa yang ada di sisi Allah itu lebih baik bagi orang-orang yang patuh.