An-Nahl
This is a translation of Tafsīr as-Saʿdī as IslamHouse.com publishes it at saadi.islamenc.com, read from that site’s pages. The site does not say who translated it or which printed edition it follows, and states no terms for taking its text, so the right to show it is not verified. Nobody has compared it with a printed book, and no scholar has reviewed it. Each passage stands beside the verses it comments on, which are the Qur’ān text of Tanzil, shown as it is there; a verse the site gives no commentary of its own stands with the passage before it, and the index names each such verse. Sabīl did not write or translate any of it.
Text fromsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)taken 2026-10-22
وَٱللَّهُ خَلَقَكُمْ ثُمَّ يَتَوَفَّىٰكُمْ ۚ وَمِنكُم مَّن يُرَدُّ إِلَىٰٓ أَرْذَلِ ٱلْعُمُرِ لِكَىْ لَا يَعْلَمَ بَعْدَ عِلْمٍ شَيْـًٔا ۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٌ قَدِيرٌ 70
(70) Allah تعالى memberitahukan bahwa Dia-lah Dzat yang menciptakan manusia dan mentransfer mereka dalam proses pen-ciptaan dari satu fase ke fase berikutnya. Selanjutnya, ketika mereka telah menepati semua ajal-ajal, maka Allah mewafatkan mereka. Di antara mereka ada yang dipanjangkan usianya, sampai dikembali-kan, ﴾ إِلَىٰٓ أَرۡذَلِ ٱلۡعُمُرِ ﴿ "kepada umur yang paling lemah (pikun)," yaitu usia yang paling nista. Yang mana pada usia itu, manusia mencapai batas kelemahan dari kekuatan fisik zahir dan batin. Bahkan akal yang menjadi permata manusia pun mengalami pertambahan kelemah-an. Hingga dia pun lupa apa saja yang dahulu ia ketahui. Daya tang-kap akalnya ibarat daya tangkap seorang anak kecil. Oleh karena itu, Allah berfirman, ﴾ لِكَيۡ لَا يَعۡلَمَ بَعۡدَ عِلۡمٖ شَيۡـًٔاۚ إِنَّ ٱللَّهَ عَلِيمٞ قَدِيرٞ ﴿ "supaya dia tidak mengetahui lagi sesuatu pun yang diketahuinya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Mahakuasa," maksudnya ilmu dan kekuasaan Allah meliputi seluruh perkara. Termasuk dalam kategori itu ada-lah, keadaan yang memindahkan seorang anak manusia dari proses penciptaan ke proses penciptaan berikutnya. Allah berfirman, ﴾ ٱللَّهُ ٱلَّذِي خَلَقَكُم مِّن ضَعۡفٖ ثُمَّ جَعَلَ مِنۢ بَعۡدِ ضَعۡفٖ قُوَّةٗ ثُمَّ جَعَلَ مِنۢ بَعۡدِ قُوَّةٖ ضَعۡفٗا وَشَيۡبَةٗۚ يَخۡلُقُ مَا يَشَآءُۚ وَهُوَ ٱلۡعَلِيمُ ٱلۡقَدِيرُ 54 ﴿ "Allah, Dia-lah yang menciptakan kamu dari keadaan lemah, kemu-dian Dia menjadikan (kamu) sesudah keadaan lemah itu menjadi kuat, kemudian Dia menjadikan (kamu) sesudah kuat itu lemah (kembali) dan beruban. Dia menciptakan apa yang dikehendakiNya, dan Dia-lah Yang Maha Mengetahui lagi Mahakuasa." (Ar-Rum: 54).