An-Nahl
This is a translation of Tafsīr as-Saʿdī as IslamHouse.com publishes it at saadi.islamenc.com, read from that site’s pages. The site does not say who translated it or which printed edition it follows, and states no terms for taking its text, so the right to show it is not verified. Nobody has compared it with a printed book, and no scholar has reviewed it. Each passage stands beside the verses it comments on, which are the Qur’ān text of Tanzil, shown as it is there; a verse the site gives no commentary of its own stands with the passage before it, and the index names each such verse. Sabīl did not write or translate any of it.
Text fromsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)taken 2026-10-22
لِلَّذِينَ لَا يُؤْمِنُونَ بِٱلْـَٔاخِرَةِ مَثَلُ ٱلسَّوْءِ ۖ وَلِلَّهِ ٱلْمَثَلُ ٱلْأَعْلَىٰ ۚ وَهُوَ ٱلْعَزِيزُ ٱلْحَكِيمُ 60
(60) Manakala ini termasuk perumpamaan buruk yang di-lekatkan kepada Allah oleh para musuhNya dari kalangan kaum musyrikin, maka Allah berfirman, ﴾ لِلَّذِينَ لَا يُؤۡمِنُونَ بِٱلۡأٓخِرَةِ مَثَلُ ٱلسَّوۡءِۖ ﴿ "Orang-orang yang tidak beriman kepada kehidupan akhirat, mempunyai sifat yang buruk," yaitu sifat negatif dan aib yang klimaks, ﴾ وَلِلَّهِ ٱلۡمَثَلُ ٱلۡأَعۡلَىٰۚ ﴿ "dan Allah mempunyai sifat yang Mahatinggi," maksudnya setiap sifat kesempurnaan. Dan setiap kesempurnaan di alam semesta ini, maka Allah lebih berhak dengannya tanpa mengakibatkan efek kekura-ngan dari sisi manapun. Dan Allah mempunyai sifat yang Maha-tinggi di hati para waliNya, berupa pengagungan, penghormatan, kecintaan, inabah dan ma'rifah, ﴾ وَهُوَ ٱلۡعَزِيزُ ﴿ "dan Dia-lah Yang Maha-perkasa," yang mengalahkan segala sesuatu, dan semua makhluk tunduk kepadaNya secara keseluruhan, ﴾ ٱلۡحَكِيمُ ﴿ "lagi Mahabijaksa-na," yang telah meletakkan segala sesuatu (persis) pada tempatnya, tidak menetapkan perintah atau berbuat kecuali yang berdampak pujian dan sanjungan atas kesempurnaanNya dalam urusan itu.