Al-Hijr
This is a translation of Tafsīr as-Saʿdī as IslamHouse.com publishes it at saadi.islamenc.com, read from that site’s pages. The site does not say who translated it or which printed edition it follows, and states no terms for taking its text, so the right to show it is not verified. Nobody has compared it with a printed book, and no scholar has reviewed it. Each passage stands beside the verses it comments on, which are the Qur’ān text of Tanzil, shown as it is there; a verse the site gives no commentary of its own stands with the passage before it, and the index names each such verse. Sabīl did not write or translate any of it.
Text fromsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)taken 2026-10-22
إِلَّا مَنِ ٱسْتَرَقَ ٱلسَّمْعَ فَأَتْبَعَهُۥ شِهَابٌ مُّبِينٌ 18
(18) ﴾ إِلَّا مَنِ ٱسۡتَرَقَ ٱلسَّمۡعَ ﴿ "Kecuali setan yang mencuri-curi (berita) yang dapat didengar (dari malaikat)", maksudnya [kecuali] pada se-bagian waktu, terkadang setan-setan berhasil mencuri-curi pende-ngaran dengan sembunyi-sembunyi dan licik, ﴾ فَأَتۡبَعَهُۥ شِهَابٞ مُّبِينٞ ﴿ "lalu ia dikejar oleh semburan api yang terang", yaitu yang terang memancar, akan membunuh atau mengikatnya. Kadang-kadang semburan api menangkapnya sebelum bisa mentransfernya ke para pemujanya, sehingga beritanya terputus dari bumi. Dan suatu waktu dia mampu menyampaikannya kepada mitranya, sebelum semburan api menge-nainya. Ia menyampaikannya dan menambahkan bersamanya seratus buah kedustaan serta menjadikan kalimat yang didengar dari langit sebagai petunjuk baginya.