Ar-Ra'd
This is a translation of Tafsīr as-Saʿdī as IslamHouse.com publishes it at saadi.islamenc.com, read from that site’s pages. The site does not say who translated it or which printed edition it follows, and states no terms for taking its text, so the right to show it is not verified. Nobody has compared it with a printed book, and no scholar has reviewed it. Each passage stands beside the verses it comments on, which are the Qur’ān text of Tanzil, shown as it is there; a verse the site gives no commentary of its own stands with the passage before it, and the index names each such verse. Sabīl did not write or translate any of it.
Text fromsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)taken 2026-10-22
ٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ وَعَمِلُوا۟ ٱلصَّـٰلِحَـٰتِ طُوبَىٰ لَهُمْ وَحُسْنُ مَـَٔابٍ 29
(29) Kemudian Allah berfirman, ﴾ ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ ﴿ "Orang-orang yang beriman dan beramal shalih," yaitu orang-orang yang beriman dengan sepenuh hati mereka kepada Allah, para malaikatNya, kitab-kitabNya, para RasulNya dan Hari Akhir, mem-buktikan keimanannya dengan amalan-amalan shalih; berupa amalan-amalan hati seperti cinta Allah, rasa takut dan pengharapan kepadaNya dan amalan-amalan anggota tubuh seperti shalat dan lainnya. ﴾ طُوبَىٰ لَهُمۡ وَحُسۡنُ مَـَٔابٖ ﴿ "Mereka mendapatkan kebahagiaan dan tempat kembali yang baik," mereka mendapatkan kondisi yang baik dan tempat kembali yang bagus. Balasan demikian itu, lantaran mereka mendapatkan keridhaan Allah dan kemuliaan dariNya di dunia dan akhirat. Mereka juga memperoleh kesempurnaan dalam menik-mati kenyamanan istirahat dan ketentraman yang utuh. Termasuk hal itu adalah, pohon Thuba yang berada di surga, yang mana na-ungannya yang panjang tidak bisa ditempuh oleh seseorang yang berkendaraan di bawahnya selama seratus tahun lamanya, sebagai-mana keterangannya tertuang dalam hadits-hadits shahih.[9]