An-Naas
This is a translation of Tafsīr as-Saʿdī as IslamHouse.com publishes it at saadi.islamenc.com, read from that site’s pages. The site does not say who translated it or which printed edition it follows, and states no terms for taking its text, so the right to show it is not verified. Nobody has compared it with a printed book, and no scholar has reviewed it. Each passage stands beside the verses it comments on, which are the Qur’ān text of Tanzil, shown as it is there; a verse the site gives no commentary of its own stands with the passage before it, and the index names each such verse. Sabīl did not write or translate any of it.
Text fromsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)taken 2026-10-22
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ ٱلنَّاسِ 1 مَلِكِ ٱلنَّاسِ 2 إِلَـٰهِ ٱلنَّاسِ 3 مِن شَرِّ ٱلْوَسْوَاسِ ٱلْخَنَّاسِ 4 ٱلَّذِى يُوَسْوِسُ فِى صُدُورِ ٱلنَّاسِ 5 مِنَ ٱلْجِنَّةِ وَٱلنَّاسِ 6
(1-6) Surat ini mencakup perlindungan diri kepada Rabb manusia, Penguasa dan Sesembahan mereka, dari setan yang meru-pakan pangkal dan materi dasar segala kejahatan. Di antara fitnah dan kejahatannya adalah bisikan dalam dada manusia. Keburukan dibuat seolah-olah baik untuk mereka dan diperlihatkan dalam bentuk yang indah, menggerakkan keinginan mereka agar mela-kukannya, menghalangi mereka dari kebaikan dan kebaikan di-perlihatkan pada mereka dengan wujud lain. Setan selalu berada dalam kondisi seperti itu, membisiki kemudian menunda bisikan bila manusia mengingat Rabbnya dan meminta pertolongan kepa-daNya untuk menangkal bisikan tersebut. Maka manusia selayaknya meminta pertolongan dan perlindungan serta berpegangan pada pemeliharaan Allah سبحانه وتعالى, karena semua makhluk berada di bawah Rububiyah dan kekuasaan Allah سبحانه وتعالى, semua ubun-ubun makhluk yang melata berada dalam genggaman Allah سبحانه وتعالى, dan di bawah uluhiyahNya yang menjadi tujuan penciptaan makhluk. Karena itu, tidaklah tujuan itu sempurna untuk manusia tanpa menangkal kejahatan musuh mereka yang ingin memutuskan mereka dan menghalangi mereka darinya dan ingin menjadikan mereka sebagai golongannya, agar mereka menjadi penghuni Neraka Sa'ir. Bisikan, sebagaimana berasal dari setan juga bisa berasal dari manusia, karena itu Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ مِنَ ٱلۡجِنَّةِ وَٱلنَّاسِ ﴿ "Dari jin dan manusia."
Segala puji bagi Allah سبحانه وتعالى semata, Rabb semesta alam, secara permulaan, penutup, lahir dan batin. Kita memohon semoga Allah سبحانه وتعالى menyempurnakan nikmatNya, memaafkan dosa-dosa kita yang menghalangi kita dari berbagai berkahNya, semoga Allah سبحانه وتعالى meng-ampuni kesalahan dan keinginan hawa nafsu kita yang melenyap-kan renungan ayat-ayat Allah سبحانه وتعالى dari hati kita. Kita berharap ke-padaNya semoga tidak menghalangi kita dari kebaikan yang ada di sisiNya karena keburukan yang ada pada diri kita, karena sesungguhnya hanya kaum kafir dan orang-orang sesatlah yang berputus asa dari rahmat Allah سبحانه وتعالى. Semoga shalawat dan salam tetap terlimpahkan kepada RasulNya, Muhammad, dan kepada seluruh sahabat beliau, shalawat dan salam yang senantiasa ber-gema selama-selamanya. Dan segala puji bagi Allah سبحانه وتعالى semata, yang karena nikmatNya-lah segala kebaikan terlaksana. Tafsir kitab Allah سبحانه وتعالى selesai berkat pertolongan dan taufikNya kepada perangkum dan penulisnya, Abdurrahman bin Nashir Ibnu Abdullah yang dikenal sebagai Ibnu Sa'di. Semoga Allah سبحانه وتعالى ber-kenan mengampuni beliau, orang tua beliau, dan seluruh kaum Muslimin. Penulisan berhasil diselesaikan pada 7 Sya'ban 1345 H.[153] Wahai Rabb kami! Terimalah amal kami dan ampunilah kami, karena sesungguhnya Engkau Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.