Yunus
This is a translation of Tafsīr as-Saʿdī as IslamHouse.com publishes it at saadi.islamenc.com, read from that site’s pages. The site does not say who translated it or which printed edition it follows, and states no terms for taking its text, so the right to show it is not verified. Nobody has compared it with a printed book, and no scholar has reviewed it. Each passage stands beside the verses it comments on, which are the Qur’ān text of Tanzil, shown as it is there; a verse the site gives no commentary of its own stands with the passage before it, and the index names each such verse. Sabīl did not write or translate any of it.
Text fromsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)taken 2026-10-22
وَمِنْهُم مَّن يَنظُرُ إِلَيْكَ ۚ أَفَأَنتَ تَهْدِى ٱلْعُمْىَ وَلَوْ كَانُوا۟ لَا يُبْصِرُونَ 43
(43) Kemudian Allah menyebutkan tertutupnya jalan yang kedua yaitu jalan penglihatan, Dia berfirman, ﴾ وَمِنۡهُم مَّن يَنظُرُ إِلَيۡكَۚ ﴿ "Dan di antara mereka ada orang yang melihat kepadamu", tetapi penglihatan-nya kepadamu tidak berguna baginya dan tidak mengungkap apa pun dari keadaanmu. Sebagaimana kamu tidak memberi petunjuk kepada orang buta yang tidak bisa melihat maka kamu pun tidak bisa memberi petunjuk kepada mereka. Jika akal, pendengaran dan penglihatan mereka rusak yang mana semua itu adalah jalan yang mengantarkan kepada ilmu dan pengetahuan tentang hakikat, maka di manakah jalan yang mengantarkan mereka kepada kebenaran? FirmanNya, ﴾ وَمِنۡهُم مَّن يَنظُرُ إِلَيۡكَۚ أَفَأَنتَ تَهۡدِي ٱلۡعُمۡيَ وَلَوۡ كَانُواْ لَا يُبۡصِرُونَ ﴿ "Dan di antara mereka ada orang yang melihat kepadamu, apakah dapat kamu memberi petunjuk kepada orang-orang yang buta, walaupun mereka tidak dapat memperhatikan", menunjukkan bahwa melihat keadaan, petun-juk, akhlak, perbuatan dan dakwah Nabi adalah salah satu bukti terbesar atas kebenarannya dan kebenaran sesuatu yang dibawanya, ia cukup bagi orang yang melek dari melihat dalil yang lainnya.