Skip to content
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Al-Faatiha
Sūrah 1

Al-Faatiha

This is a translation of Tafsīr as-Saʿdī as IslamHouse.com publishes it at saadi.islamenc.com, read from that site’s pages. The site does not say who translated it or which printed edition it follows, and states no terms for taking its text, so the right to show it is not verified. Nobody has compared it with a printed book, and no scholar has reviewed it. Each passage stands beside the verses it comments on, which are the Qur’ān text of Tanzil, shown as it is there; a verse the site gives no commentary of its own stands with the passage before it, and the index names each such verse. Sabīl did not write or translate any of it.

Text fromsaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)taken 2026-10-22

Verses 2–3

ٱلْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ ٱلْعَـٰلَمِينَ 2 ٱلرَّحْمَـٰنِ ٱلرَّحِيمِ 3

(2) ﴾ ٱلۡحَمۡدُ لِلَّهِ ﴿ "Segala puji bagi Allah" adalah pujian kepada Allah karena sifat-sifat kesempurnaan dan karena perbuatan-per-buatanNya yang berkisar di antara karunia dan keadilan, segala pujian yang sempurna hanya bagiNya dalam segala bentuknya. ﴾ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ﴿ "Rabb semesta alam." Rabb adalah Sang Pemeli-hara sekalian alam, dan alam itu adalah siapa saja yang selain dari Allah yang Allah ciptakan dan menyiapkan bagi mereka sarana-sarana, memberikan kepada mereka nikmat yang besar, yang mana bila mereka kehilangan kenikmatan itu niscaya mereka tidak akan bertahan hidup, dan apa pun kenikmatan yang ada pada mereka, maka itu semua adalah dariNya تعالى. Pemeliharaan Allah terhadap makhlukNya ada dua macam; umum dan khusus. Yang umum adalah Dia menciptakan makhluk, memberi mereka rizki, memberi mereka hidayah kepada hal-hal yang berguna bagi mereka yang merupakan sarana terpenting bagi mereka dalam mempertahankan hidup di dunia. Dan yang khusus adalah pemeliharaanNya terhadap kekasih-kekasihNya, Dia me-melihara mereka dengan keimanan, membimbing mereka kepada-nya, menyempurnakan hal itu untuk mereka, menolak dari mereka rintangan dan halangan yang membatasi antara mereka dengan-Nya. Hakikatnya adalah pemeliharaan bimbingan (taufik) kepada segala yang baik dan menjauhkan dari kejahatan, dan mungkin saja makna ini merupakan rahasia dari banyaknya doa-doa para Nabi memakai kata رَبِّ, karena seluruh tuntutan permintaan me-reka termasuk dalam naungan rububiyahNya yang khusus. Maka FirmanNya, ﴾ رَبِّ ٱلۡعَٰلَمِينَ ﴿ "Rabb sekalian alam" menunjukkan kepada keesaanNya dalam penciptaan, pengaturan, kenikmatan, kesem-purnaan kekayaanNya, serta kesempurnaan kebutuhan sekalian alam kepadaNya dalam segala bentuk dan sudut pandang.